Prof. Dr. Diana Elizabeth Waturangi, S.Si., M.Si.
Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi
(FBTI) Unika Atma Jaya didirikan pada 1 Januari 2025 yang merupakan
penggabungan dari Fakultas Teknik yang sebelumnya sudah berdiri sejak 1 Juli
1961 dan Fakultas Teknobiologi yang sebelumnya sudah berdiri sejak 3 April
2002.
Untuk program sarjana, program studi yang pertama
berdiri di tahun 1961 adalah Teknik Mesin, lalu di tahun 1979 berdiri Program
Studi Teknik Elektro. Kemudian pada tahun 1999 didirikan Program Studi Teknik
Industri. Pada tahun 2002 berdirilah Program
Studi Biologi yang kemudian berubah nama menjadi program studi Bioteknologi,
dan merupakan Program Studi Bioteknologi pertama di Indonesia untuk jenjang
sarjana. Program Studi Teknologi Pangan berdiri tahun 2014 lalu pada tahun 2017
didirikanlah Program Studi Sistem Informasi. FBTI Unika Atma Jaya juga mendirikan Program Studi Magister Teknik Mesin, Magister
Teknik Elektro, Magister Bioteknologi, serta Program Profesi Insinyur.
Sejak tahun 2017 FBTI menyelenggarakan perkuliahan di dua Kampus. Kampus I Semanggi untuk Program Studi Magister Teknik Mesin, Magister Teknik Elektro, Magister Bioteknologi, Program Profesi Insinyur, serta Program Studi Teknik Industri, Teknik Mesin, dan Teknik Elektro. Kampus 3 Unika Atma jaya di BSD digunakan untuk perkuliahan semua program sarjana baik Program Studi Teknik Mesin, Teknik Elektro, Teknik Industri, Bioteknologi, Teknologi Pangan dan Sistem Informasi.
Visi Fakultas
Biosains, Teknologi, dan Inovasi
Menjadi fakultas terkemuka di bidang biosains dan teknologi yang inovatif, dengan keunggulan akademik dan profesional, serta mewujudkan perpaduan iman kristiani dan IPTEK untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
Misi Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi
Tujuan Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi
Kampus Semanggi
|
Kampus BSD
|





Raymond R. Tjandrawinata adalah seorang akademisi dan praktisi di bidang biosains. Saat ini ia menjabat sebagai Executive Director Dexa Laboratories of Biomolecular Sciences. Ia memiliki pengalaman lebih dari dua dekade dalam riset, regulasi, dan pengembangan industri farmasi. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di bidang Biokimia dari University of California, Riverside.

Pavinee Chinachoti adalah seorang pakar di bidang ilmu dan teknologi pangan. Saat ini ia menjabat sebagai President Elect International Union of Food Science and Technology serta Chair of Food Innovation-Regulation Network (FIRN), Thailand. Ia memiliki pengalaman luas dalam riset pangan, termasuk food preservation dan functional food. Ia menyelesaikan pendidikan di bidang Ilmu Pangan dari University of Illinois, Amerika Serikat.

Adhi Lukman adalah tokoh industri pangan Indonesia. Saat ini ia menjabat sebagai Ketua GAPMMI serta CEO PT Niramas Utama (INACO). Ia memiliki pengalaman luas dalam pengembangan industri makanan dan minuman serta kebijakan pangan di tingkat nasional dan internasional. Ia menyelesaikan pendidikan di bidang Teknologi Pangan dari IPB University.

Hyung Kwoun Kim adalah seorang akademisi di bidang bioteknologi. Saat ini ia menjabat sebagai Profesor di Department of Biotechnology, The Catholic University of Korea. Ia memiliki pengalaman dalam penelitian enzim, mikrobiologi, dan bioteknologi industri. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST).

Yun-Chia Liang adalah seorang akademisi di bidang industrial engineering dan manajemen sistem. Saat ini ia menjabat sebagai Chief of Global Affairs Office serta Profesor di Yuan Ze University. Ia memiliki pengalaman luas dalam penelitian supply chain, artificial intelligence, dan production systems. Ia menyelesaikan pendidikan doktoralnya di Auburn University, Amerika Serikat.
Kustiawan Kusumo adalah seorang profesional di industri teknologi informasi. Saat ini ia menjabat sebagai Country Managing Director di PT Krayon Konsultan Indonesia. Ia memiliki pengalaman lebih dari 30 tahun dalam strategi bisnis, sales leadership, dan pengembangan pasar di perusahaan global. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Irianto Santoso adalah seorang eksekutif di sektor manufaktur dan otomotif. Saat ini ia menjabat sebagai President Director PT Dharma Polimetal Tbk serta CEO Dharma Group. Ia memiliki pengalaman luas dalam operasional, produksi, dan manajemen industri. Ia menyelesaikan pendidikan Magister Manajemen dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.

Felix Winarta Prasetio adalah seorang profesional di bidang marketing. Saat ini ia menjabat sebagai Marketing Director di PT Unilever Indonesia Tbk. Ia memiliki pengalaman lebih dari satu dekade dalam mengelola brand, strategi bisnis, dan pertumbuhan kategori produk di industri FMCG. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Teknik Industri dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya.