Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya) kembali menorehkan kebanggaan di kancah internasional. Melalui program GIPE++ 2026 (Global Interdisciplinary Project Experience)

5/26/2026 12:00:00 AM

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya) kembali menorehkan kebanggaan di kancah internasional. Melalui program GIPE++ 2026 (Global Interdisciplinary Project Experience), Unika Atma Jaya menjadi satu dari empat universitas terpilih yang mendapatkan kepercayaan untuk berpartisipasi dalam proyek kolaboratif bertaraf internasional yang didanai oleh DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst), German Academic Exchange Service, lembaga pertukaran akademik Jerman yang merupakan salah satu pemberi hibah akademik bergengsi di dunia. Tiga universitas mitra lainnya adalah Universidad Católica San Pablo (UCSP) dari Peru, Namibia University of Science and Technology (NUST) dari Namibia, dan Westfälische Hochschule dari Jerman.



Dalam proyek ini, Unika Atma Jaya diwakilkan delegasi Dosen sebagai Stream Lead dan lima Mahasiswa terpilih. Tim delegasi yang terlibat merupakan Dosen dan Mahasiswa dari Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi (FBTI) serta Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial (FBIS). Delegasi Unika Atma Jaya dalam GIPE++ 2026 terdiri dari Dr. Nova Eka Budiyanta, M.Pd., M.T. dari Program Studi Teknik Elektro (FBTI) selaku Stream Lead sub bidang Technology Architecture & Data Integration serta sub bidang Hardware & Database Management, beserta lima Mahasiswa terpilih yaitu Ryan Gunawan dari Program Studi Teknik Elektro (FBTI), Citra Amalia Lestari dari Program Studi Sistem Informasi (FBTI), Stephan Hardy Darmawan dari Program Studi Teknik Mesin (FBTI), Ayuri Lintang Putri dari Program Studi Ilmu Komunikasi (FBIS), dan Seraphita Katryel Amaris dari Program Studi Ilmu Komunikasi (FBIS). Keikutsertaan ini merupakan bagian dari kerangka Collaborative Online International Learning (COIL), di mana mahasiswa lintas negara bekerja bersama dalam tim yang sengaja dibaurkan, dengan pendekatan pembelajaran internasional yang menempatkan kolaborasi setara sebagai inti prosesnya.



Proyek GIPE++ 2026 berfokus pada isu Sustainable Land Management di Distrik Quilca, Peru. Distrik Quilca merupakan sebuah kawasan pertanian di hilir cekungan Quilca–Vítor–Chili yang menghadapi masalah serius berupa salinisasi air sungai dan degradasi lahan. Dengan populasi sekitar 860 jiwa yang menggantungkan hidup pada pertanian dan perikanan, Quilca membutuhkan solusi berbasis data yang terintegrasi. Proyek ini dirancang untuk menghasilkan model manajemen lahan terpadu dan rancangan platform management data digital yang nantinya diserahterimakan kepada pemerintah daerah Quilca. Seluruh pengerjaan proyek mengadopsi metode COIL dengan mempertemukan mahasiswa dari empat benua untuk bekerja dalam satu tim proyek yang utuh.


Di pertengahan proyek, tim dilibatkan untuk bergabung dalam Spring School GIPE++ 2026 yang berlangsung selama dua minggu, dari 26 April hingga 9 Mei 2026, di kampus Westfälische Hochschule, Jerman. Spring School diawali dengan welcome gathering yang mempertemukan seluruh peserta internasional untuk pertama kalinya secara langsung, setelah sebelumnya berkolaborasi selama Phase 1 secara online.



Kelima mahasiswa Atma Jaya masing-masing terlibat aktif dalam stream yang berbeda sesuai bidang studi mereka. Di Phase 1, Ryan Gunawan dan Ayuri Lintang Putri berkontribusi pada Stream Technology Architecture & Data Integration, di mana mereka terlibat dalam pengembangan proposal sistem monitoring, pengolahan data lingkungan, hingga pemanfaatan Google Earth Engine untuk analisis geospasial.

Memasuki Phase 2, para mahasiswa tersebar ke stream-stream lanjutan. Ryan Gunawan dan Citra Amalia Lestari bergabung di Stream Hardware & Database Management yang berfokus pada perancangan sistem monitoring terintegrasi untuk pertanian, mencakup water quality, soil quality, dan water usage monitoring.



Di luar kegiatan akademik, pengalaman Spring School memberikan dimensi yang tak kalah berharga. Kunjungan ke berbagai kota seperti Düsseldorf, Cologne, Münster, dan Bochum, bersama dengan berbagai kegiatan sosial, International Day, karaoke night, museum visit, hingga momen-momen sederhana di dapur asrama tempat para peserta berbagi makanan dan cerita dari negara masing-masing, menjadi bagian yang tak terlupakan.



Keikutsertaan Unika Atma Jaya dalam GIPE++ 2026 merupakan bukti nyata komitmen universitas dalam mempersiapkan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berpengalaman berkolaborasi di panggung internasional. Dengan target handover proyek kepada pemerintah Distrik Quilca pada Agustus 2026, kontribusi Atma Jaya dalam GIPE++ 2026 masih akan terus berlanjut, dan hasilnya akan dirasakan langsung oleh masyarakat di ujung selatan Peru.