
Jakarta - Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan mental dan tuntutan profesionalisme yang semakin kompleks, peran psikolog dituntut tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga matang dalam aspek etika dan karakter.
Semangat tersebut tercermin dalam prosesi Yudisium Profesi Psikolog Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya yang digelar di Gedung Yustinus, Lantai 12, Kampus Semanggi, Jumat (6/2).
Yudisium yang ditujukan bagi lulusan Angkatan Ganjil Tahun Akademik 2025/2026 ini meluluskan 27 calon profesi psikolog baru. Prosesi berlangsung dalam suasana hangat dan reflektif, menandai berakhirnya satu fase akademik sekaligus awal perjalanan profesional para lulusan di bidang layanan kesehatan mental.
Dalam sambutannya, Dekan Fakultas Psikologi (FP) Unika Atma Jaya, Dr. Angela Oktavia Suryani, M.Si., menyampaikan apresiasi sekaligus pesan reflektif mengenai tanggung jawab moral dan etika yang melekat pada profesi psikolog.

“Identitas sebagai psikolog akan selalu melekat dalam setiap peran yang dijalani, termasuk di ruang publik dan media sosial. Oleh Karena itu, setiap sikap, ucapan, dan keputusan perlu dijaga agar tetap mencerminkan nilai etika serta martabat profesi,” ujar Angela.
Pada kesempatan yang sama, Kepala Biro Kemahasiswaan dan Karier sekaligus Dosen FP Unika Atma Jaya, Laurensia Harini Tunjungsari, M.Psi., Psikolog., turut menyampaikan refleksi mengenai proses transformasi mahasiswa selama menempuh pendidikan profesi. Ia mengenang perjalanan pembelajaran sejak tahap awal praktikum hingga mahasiswa berkembang menjadi pribadi yang lebih matang.

“Melihat perubahan dari wajah-wajah yang semula kebingungan hingga menjadi sosok yang lebih siap dan dewasa hari ini merupakan sebuah kebanggaan. Terima kasih juga atas kontribusi dalam membawa nama baik Unika Atma Jaya, termasuk melalui kontribusi di Career Development Center (CDC) yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat,” ungkap Laurensia.
Momen yudisium ini menjadi ruang refleksi bahwa pendidikan profesi psikolog bukan semata mengasah aspek kognitif, tetapi juga menumbuhkan kematangan emosi, integritas, dan etika dalam berelasi dengan profesi lain maupun klien.
Sejalan dengan visi Program Studi Pendidikan Profesi Psikolog Unika Atma Jaya, pendidikan profesi ini dirancang untuk mencetak psikolog yang memiliki kepekaan terhadap keberagaman sosial budaya Indonesia serta berlandaskan praktik psikologi yang beretika dan berbasis bukti ilmiah.
Melalui integrasi pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat, para lulusan diharapkan mampu memberikan layanan psikologis secara bertanggung jawab guna meningkatkan kesejahteraan mental masyarakat.
(DEL)