
Jakarta – Universitas Katolik
Indonesia (Unika) Atma Jaya menegaskan komitmennya terhadap penguatan
integritas dan praktik anti-korupsi di lingkungan kampus melalui partisipasi
aktif dalam Responsible Business Forum 2025. Mengusung tema ”Anti-Corruption
at the Heart of ESG: Driving Sustainable Development and Impact Investment”, kegiatan
ini berlangsung di Main Hall, Bursa Efek Indonesia, pada Kamis (4/12).
Dari Unika Atma
Jaya, hadir Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Dr. Irenius Dwinanto Bimo,
S.E., M.Si., Kepala Program Studi (Kaprodi) Manajemen, Benedektus Elnath Aldi,
S.E., M.Si., CertDA, dan Dosen Program Studi Ekonomi Pembangunan, Ir. Harry Seldadyo
Gunardi, M.E., M.A., Ph.D.
Kehadiran tim FEB
UAJ dalam forum ini relevan dengan fokus kajian di bidang ekonomi, manajemen,
dan investasi, khususnya dalam memahami keterkaitan antara Environmental,
Social, and Governance (ESG), investasi berdampak, dan pembangunan
berkelanjutan. Sebagai institusi pendidikan tinggi yang menjunjung nilai
integritas dan tata kelola berkelanjutan, partisipasi ini diharapkan dapat
memperkuat kolaborasi lintas sektor dalam implementasi ESG di lingkungan
pendidikan tinggi.
“Dukungan terhadap
gerakan anti-korupsi merupakan bagian dari komitmen UAJ terhadap nilai
Profesional dan Peduli. Integritas menjadi dasar agar pencapaian ekonomi mampu
berjalan beriringan dengan pemulihan lingkungan dan dampak sosial yang
berkelanjutan. Dalam konteks ini, akademisi memegang peran strategis sebagai
pengawal standar etika serta pencetak calon pemimpin yang menjunjung tinggi
tata kelola bersih.“jelas Bimo.
Kegiatan ini
merupakan bagian dari peringatan Hari Anti-Korupsi Internasional yang
diselenggarakan oleh United Nations Global Compact Networks Indonesia (IGCN)
berkolaborasi dengan United Nations Office on Drugs and Crime (UNODC)
Indonesia, The IIAC - GRC Community, dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Bertujuan
membahas integritas dan transparansi sebagai fondasi pencapaian agenda
pembangunan berkelanjutan 2030, acara ini menghadirkan para ahli dan praktisi
dari sektor bisnis, pemerintahan, serta akademisi.
Berfokus pada
penerapan prinsip ESG dalam dunia bisnis dan investasi, Responsible Business
Forum 2025 menekankan bahwa integritas dan anti-korupsi harus menjadi
fondasi utama agar ESG tidak bertindak sebagai komitmen simbolik semata.
Dalam sambutannya, Head of Office UNODC Indonesia, Erik Van Der Veen, menyoroti pentingnya penyelarasan standar anti-korupsi di Indonesia dengan standar internasional, serta keterkaitannya dengan tata kelola dan implementasi ESG di sektor publik maupun swasta.

“Kita memiliki
acuan internasional yang kuat dalam hal integritas tata kelola, dan bisnis.
Konvensi PBB tentang Pemberantasan Korupsi menetapkan standar global yang dapat
dijadikan acuan kerangka kerja ESG. Transparansi, akuntabilitas, dan integritas
berada di inti konvensi tersebut dan mereka sama pentingnya baik di sektor
swasta maupun di sektor publik," ujarnya.
Melalui
keikutsertaan dalam forum ini, UAJ menegaskan posisinya sebagai bagian dari
ekosistem yang ikut serta mendukung praktik bisnis bertanggung jawab, investasi
berintegritas, serta tata kelola yang transparan dan akuntabel.
(STV)