
Mengenakan jas laboratorium putih, melakukan eksperimen di laboratorium, serta berkeliling kampus, siswa-siswi SMA Pahoa pada hari itu bukan sekadar berkunjung. Mereka menjadi mahasiswa sehari di Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unika Atma Jaya. Kegiatan ini memberikan gambaran nyata mengenai dinamika pembelajaran di lingkungan pendidikan tinggi bidang kesehatan.
Kegiatan Campus Visit yang berlangsung di Kampus Pluit pada 11 Februari 2026 ini diikuti oleh 68 siswa dan 7 guru pendamping dalam Creative Workshop. Kegiatan ini diselenggarakan sebagai bagian dari program pengenalan dunia perkuliahan kepada siswa Sekolah Menengah Atas (SMA), khususnya di bidang kedokteran dan kesehatan. Tidak hanya menyimak pemaparan materi, peserta juga diajak melakukan praktik di laboratorium, berkeliling museum, hingga merasakan atmosfer kehidupan akademik sebagai mahasiswa.

Menemukan Keseimbangan antara Minat Akademik dan Potensi Karier
Memahami minat akademik bukan sekadar mengetahui program studi yang disukai. Kejelasan minat dan potensi mempermudah siswa memetakan pilihan studi yang selaras dengan cita-cita profesionalnya. Melalui kesempatan praktik di laboratorium hingga sesi kefarmasian, siswa SMA Pahoa memperoleh wawasan dan pengalaman baru sekaligus mengenali bidang profesional yang patut diperjuangkan.
Alvaro, siswa kelas 11 SMA Pahoa, berkesempatan mengeksplorasi parasit usus di laboratorium mikroorganisme. “Sangat menarik karena bisa cari tahu ilmu baru,” ujarnya. Ia juga menyampaikan harapannya untuk dapat kembali berkunjung dan melanjutkan studi di Unika Atma Jaya pada masa mendatang.
Arlen dan Vanessa, siswa kelas 10, turut menunjukkan rasa antusiasnya. “Ini baru pertama kali aku lihat yang seperti ini,” ungkap mereka setelah meneliti parasit dan menjelajahi Museum Anatomi yang menawarkan visualisasi secara detail dari tubuh manusia. Kegiatan tersebut juga membantu mereka memahami kompleksitas ilmu kedokteran secara lebih konkret.
Sementara itu, Matthew, siswa kelas 12, mengikuti workshop di Laboratorium Farmasi. Ia mempelajari proses peracikan puyer dan obat, serta memasukkan obat ke dalam kapsul yang menarik dan informatif. Baginya, sesi ini tidak hanya menarik, tetapi juga memperluas wawasannya mengenai praktik kefarmasian. “Seru sih, benar-benar informatif dan jadi dapat ilmu baru,” ujarnya.

Belajar di Lingkungan Akademik yang Diakui Dunia
Pengalaman sehari ini semakin bermakna karena berlangsung di lingkungan akademik yang telah memperoleh pengakuan global. Berdasarkan Times Higher Education World University Rankings by Subject 2026 bidang kedokteran dan kesehatan, FKIK Unika Atma Jaya masuk dalam peringkat dunia 1001+ serta menjadi perguruan tinggi swasta nomor satu Indonesia yang tercatat dalam pemeringkatan tersebut. Capaian ini mencerminkan komitmen institusi dalam menjaga mutu pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui kunjungan ini, siswa merasakan kualitas pembelajaran yang mengintegrasikan praktik, riset, dan kolaborasi internasional. Interaksi langsung dengan fasilitas dan dosen memberikan gambaran komprehensif mengenai standar akademik yang diterapkan. Meskipun berlangsung dalam waktu singkat, pengalaman sehari tersebut dapat menjadi titik awal dalam memantapkan pilihan studi dan merancang masa depan di bidang kesehatan.
(CHA)