ASK
ME

REGISTER
NOW

Partnership Gathering 2025, Atasi Gap Kurikulum dan Kebutuhan Industri lewat metode Lego Serious Play

12/17/2025 12:00:00 AM


Perjalanan menjadi mahasiswa merupakan langkah awal generasi muda mempersiapkan masa depan. Kampus sebagai batu pijakan mahasiswa memiliki tanggung jawab menyelenggarakan pendidikan berkualitas bagi mahasiswa. Salah satu aspek pengembangan mahasiswa adalah keterlibatan industri dalam proses pembelajaran untuk mempersiapkan talenta adaptif sesuai perkembangan dan tuntutan dunia profesional.

Melihat kebutuhan tersebut, CDC Unika Atma Jaya  telah bekerja sama dengan banyak perusahaan di berbagai bidang industri baik skala nasional maupun multinasional. CDC kembali menyelenggarakan Partnership Gathering 2025 pada Selasa, 3 Desember 2025, yang menghadirkan rekan perusahaan, praktisi HR, dan perwakilan fakultas.

Diselenggarakan di Gedung Yustinus, Kampus Semanggi, kolaborasi ini digagas sebagai wadah mengenal lebih jauh antara kebutuhan dan penawaran yang dimiliki oleh perusahaan dan Unika Atma Jaya.

“Melalui kegiatan ini, kita terbuka atas berbagai peluang kerja sama yang bisa direalisasikan antara Unika Atma Jaya dengan perusahaan Bapak Ibu ke depannya,” ungkap Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Sumber Daya Manusia, Dr. Yohanes Eko Adi Prasetyanto.

 

Tahun ini, Partnership Gathering menyelenggarakan sesi talkshow bertajuk “Between Path and Purpose: Rethinking Career Linearities” dengan menghadirkan Yusri Hartadi dan Frankie Wijaya sebagai narasumber. Dipandu oleh Julius Suharto selaku CEO Bravo Sinergi Solusi, sesi diskusi interaktif ini membahas mengenai ketimpangan job market: kurikulum vs kebutuhan nyata industri melalui metode Lego Serious Play (LSP). Metode ini mendorong peserta menghasilkan ide, nilai, dan solusi secara inovatif, sekaligus memperkuat pengambilan keputusan kolektif melalui model Lego.

“Dalam proses rekrutmen magang, saya selalu menekankan kepada user bahwa mahasiswa magang perlu didampingi mentor dalam proses belajarnya di perusahaan. Alhamdulillah, mahasiswa yang magang di perusahaan kami akhirnya masuk di perusahaan besar,” jelas Yusri.

Sejalan dengan pendapat tersebut, Frankie menekankan perlunya kolaborasi seimbang antara perusahaan dan mahasiswa magang. “Perlu adanya kolaborasi dari perusahaan maupun mahasiswa magang secara seimbang. Perusahaan sebagai tempat belajar perlu memberikan proyek yang dibarengi dengan pendalaman, pengayaan, atau pendampingan lainnya,” ungkap Frankie.

Pada kesempatan ini pula, Kepala Career Development Center, Hadyan Dhiozandi, M.Psi.Psikolog, menyampaikan apresiasi atas kerja sama yang terjalin dan dukungan dari perusahaan mitra selama tahun 2025 mulai dari lowongan kerja, kegiatan pengembangan karier, company visit, dan campus hiring.

“Terima kasih kami ucapkan atas kolaborasi antara perusahaan Bapak Ibu dengan Unika Atma Jaya pada tahun 2025. Melalui kolaborasi tersebut, kami dengan bangga berhasil memperoleh beberapa prestasi di tingkat internasional terkait dengan kemudahan dan keterserapan lulusan mendapatkan pekerjaan kurang dari enam bulan setelah lulus,” tutur Dhio.

Ditutup dengan agenda partnership award, pertemuan antara industri dan Unika Atma Jaya ini diharapkan mampu memperkuat sinergi kolaborasi dalam membangun dan mempersiapkan masa depan bagi para talenta Indonesia.

(CHA)