
Jakarta - Menyiapkan sosok pendidik
yang tangguh di tengah dinamika kurikulum dan teknologi yang terus berubah kini
menjadi tantangan utama dunia pendidikan. Tak lagi sekadar penguasaan materi di
ruang kelas, kompetensi guru masa depan kini bertumpu pada kemampuan adaptasi,
refleksi mendalam, hingga keterampilan memecahkan masalah secara nyata di
lapangan.
Berangkat dari hal tersebut, Fakultas
Pendidikan dan Bahasa (FPB) Unika Atma Jaya (UAJ) menggelar Orientasi Mahasiswa
Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang I
Tahun 2026 di Kampus Semanggi, (29/1). Kegiatan ini diikuti oleh calon
mahasiswa PPG dari bidang Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Guru
Sekolah Dasar (PGSD), momen ini menjadi ruang bagi para calon pendidik untuk
menyelami ekosistem akademik yang akan menempa profesionalisme mereka.
Dalam sambutannya, Dekan FPB UAJ, Pastor
Dr. Yoseph Pedhu, CP., M.A., menekankan tentang pentingnya integritas. Ia
mengingatkan bahwa selama delapan bulan ke depan, para mahasiswa akan menjalani
proses pembelajaran intensif di kelas dan lapangan. “Karena itu,
profesionalisme dan tanggung jawab menjadi kunci, terutama dalam menjaga
kepercayaan sekolah mitra serta nama baik UAJ,” ujarnya.
Sesi akademik pun bergulir dengan bedah
struktur kurikulum oleh Dosen Prodi PPG Unika Atma Jaya, Paulina Chandrasari
Kusuma, M.Hum., bersama Dosen Prodi PGSD Unika Atma Jaya, Dr. Ivan
Stevanus, S.Pd., M.Pd. Keduanya menggarisbawahi penerapan siklus pembelajaran
berbasis case-method dan proyek kepemimpinan untuk memperkuat
keterkaitan antara teori dan praktik pendidikan.
Kendati demikian, pemaparan konseptual
tersebut tak berdiri sendiri. Dosen Prodi BK Unika Atma Jaya, Dr. Maria Claudia
Wahyu Trihastuti, M.Si., Psikolog, mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya
ada pada eksekusi teknis di sekolah mitra. Ia menjelaskan lima fase krusial
yang harus dilewati mahasiswa, mulai dari orientasi hingga praktik
terbimbing.
“Mahasiswa akan belajar menyusun
perangkat pembelajaran hingga mengasah keterampilan mengajar langsung di bawah
bimbingan guru pamong,” tutur Maria.
Sementara itu, Perwakilan Sekretariat FPB
Unika Atma Jaya, Joshua William Nathaniel Sorey, S.E, menguraikan aspek
operasional seperti jadwal perkuliahan hingga optimalisasi Learning
Management System (LMS). Alhasil, mahasiswa diharapkan tidak hanya matang
secara visi, tetapi juga cakap dalam operasional pembelajaran digital.
Orientasi ini menandai langkah awal ini
penyelarasan visi institusi dengan kesiapan calon guru. Dari proses tersebut,
calon mahasiswa PPG Gelombang I diharapkan tumbuh menjadi pendidik profesional
yang adaptif, reflektif, serta relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan.
(DEL)