ASK
ME

REGISTER
NOW

Orientasi PPG UAJ 2026: Menyelaraskan Visi dan Integritas Calon Guru Masa Depan

2/2/2026 12:00:00 AM



Jakarta -  Menyiapkan sosok pendidik yang tangguh di tengah dinamika kurikulum dan teknologi yang terus berubah kini menjadi tantangan utama dunia pendidikan. Tak lagi sekadar penguasaan materi di ruang kelas, kompetensi guru masa depan kini bertumpu pada kemampuan adaptasi, refleksi mendalam, hingga keterampilan memecahkan masalah secara nyata di lapangan.

 

Berangkat dari hal tersebut, Fakultas Pendidikan dan Bahasa (FPB) Unika Atma Jaya (UAJ) menggelar Orientasi Mahasiswa Program Studi (Prodi) Pendidikan Profesi Guru (PPG) Calon Guru Gelombang I Tahun 2026 di Kampus Semanggi, (29/1). Kegiatan ini diikuti oleh calon mahasiswa PPG dari bidang Bimbingan dan Konseling (BK) serta Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD), momen ini menjadi ruang bagi para calon pendidik untuk menyelami ekosistem akademik yang akan menempa profesionalisme mereka.


 

Dalam sambutannya, Dekan FPB UAJ, Pastor Dr. Yoseph Pedhu, CP., M.A., menekankan tentang pentingnya integritas. Ia mengingatkan bahwa selama delapan bulan ke depan, para mahasiswa akan menjalani proses pembelajaran intensif di kelas dan lapangan. “Karena itu, profesionalisme dan tanggung jawab menjadi kunci, terutama dalam menjaga kepercayaan sekolah mitra serta nama baik UAJ,” ujarnya.


Sesi akademik pun bergulir dengan bedah struktur kurikulum oleh Dosen Prodi PPG Unika Atma Jaya, Paulina Chandrasari Kusuma, M.Hum., bersama Dosen Prodi  PGSD Unika Atma Jaya, Dr. Ivan Stevanus, S.Pd., M.Pd. Keduanya menggarisbawahi penerapan siklus pembelajaran berbasis case-method dan proyek kepemimpinan untuk memperkuat keterkaitan antara teori dan praktik pendidikan.

 

Kendati demikian, pemaparan konseptual tersebut tak berdiri sendiri. Dosen Prodi BK Unika Atma Jaya, Dr. Maria Claudia Wahyu Trihastuti, M.Si., Psikolog, mengingatkan bahwa tantangan sesungguhnya ada pada eksekusi teknis di sekolah mitra. Ia menjelaskan lima fase krusial yang harus dilewati mahasiswa, mulai dari orientasi hingga praktik terbimbing. 


 

“Mahasiswa akan belajar menyusun perangkat pembelajaran hingga mengasah keterampilan mengajar langsung di bawah bimbingan guru pamong,” tutur Maria. 

 

Sementara itu, Perwakilan Sekretariat FPB Unika Atma Jaya, Joshua William Nathaniel Sorey, S.E, menguraikan aspek operasional seperti jadwal perkuliahan hingga optimalisasi Learning Management System (LMS). Alhasil, mahasiswa diharapkan tidak hanya matang secara visi, tetapi juga cakap dalam operasional pembelajaran digital.

 

Orientasi ini menandai langkah awal ini penyelarasan visi institusi dengan kesiapan calon guru. Dari proses tersebut, calon mahasiswa PPG Gelombang I diharapkan tumbuh menjadi pendidik profesional yang adaptif, reflektif, serta relevan dengan kebutuhan pendidikan masa depan.

 

(DEL)