
Jakarta - Organisasi / unit kegiatan mahasiswa di kampus, bagi beberapa mahasiswa, merupakan tempat mengasah soft skill dan hard skill namun berbeda bagi Rivandi Agung. Mahasiswa Prodi Pendidikan Keagamaan Katolik angkatan 2023 ini justru menjadikan Pastoran Atma Jaya (PAJ) sebagai keluarga kedua.
Sejak masuk dalam dunia perkuliahan, Agung jatuh hati dengan PAJ karena di sana, ia menemukan "laboratorium emosi". Ia belajar menemukan diri, bertumbuh dalam iman, dan mengenal apa artinya hidup dalam kebersamaan.
Banyak pengalaman membekas, mulai dari canda tawa hingga momen saling bergotong royong. Namun, satu nilai yang paling membentuknya adalah tidak adanya hirarki. "Di PAJ, kami semua adalah teman seperjalanan yang saling menguatkan. Pengalaman ini mengajarkan bahwa ‘keluarga’ bukan hanya soal ikatan darah, tetapi tempat di mana kita diterima apa adanya,” ungkapnya.

Baginya, kehadiran Allah datang dalam kesehariannya seperti komunikasi yang sederhana, keramahan, perhatian kecil, dan kesediaan untuk mendengarkan satu sama lain.
Tahun ini, Agung dipercaya membantu mengawasi jalannya Perayaan Ekaristi Malam Natal. Melayani di Hari Natal memberikan perasaan sukacita yang sulit digambarkan. Ada kebahagiaan mendalam ketika ia bisa berkontribusi, bahkan melalui pelayanan sederhana. Ia merasa menjadi sarana agar orang lain merasakan damai Natal.
Tugas yang penuh dinamika dan keramaian itu menjadi tantangan. Ia tidak sekadar memastikan semua berjalan tertib dan lancar. Lebih dari itu, ia belajar tentang arti kerja sama, komunikasi yang baik, dan menghadirkan sebuah "keluarga pelayanan" yang saling menopang.

“Menjalankan tanggung jawab bukan hanya soal memastikan acara berhasil, tetapi juga menjaga relasi,” tuturnya.
Pengalaman ini memotivasi Agung untuk membawa nilai-nilai persaudaraan, kerendahan hati, dan kesiapsediaan untuk melayani ke dalam kehidupan kuliah dan pelayanan di masa depan.
Agung berpesan bagi para mahasiswa. “Buatku Kasih Allah pertama-tama hadir dan bekerja melalui keluarga di rumah maupun di komunitas. Kita bisa menjadi perpanjangan tangan dari tema Natal tahun ini yakni menghadirkan Allah yang menyelamatkan keluarga melalui sikap dan tindakan. Mari menjadikan Natal tahun ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki hubungan, memaafkan, dan membangun kembali kehangatan,” pungkasnya.
Agung bersyukur
telah menjadi bagian dari Pastoran Atma Jaya, “keluarga rohani” yang
menemaninya bertumbuh sebagai #AnakAtma.
(DEL/KAR)