
Jakarta - Bagi banyak lulusan baru, transisi dari bangku kuliah ke dunia kerja sering kali terasa seperti terjun ke belantara yang asing. Idealisme akademik kerap berbenturan dengan realitas industri yang menuntut kecepatan dan ketangguhan. Dalam upaya menjembatani hal tersebut, kolaborasi antara institusi pendidikan dan dunia industri kembali digelar untuk menempa kesiapan para talenta muda.
Persoalan tersebut menjadi pokok bahasan utama dalam kegiatan Campus Hiring, hasil kerja sama Career Development Center (CDC) Unika Atma Jaya (UAJ) dan PT Astra International Tbk, Daihatsu Sales Operation (AI-DSO) di Ruang K-3 Multimedia, Kamis (12/2).
Perwakilan CDC UAJ, Afifadya Prilly Asmoro Puteri, membuka kegiatan dengan menekankan pentingnya momen ini. Ia mengapresiasi kepercayaan Astra Daihatsu kepada lulusan UAJ, serta berharap para peserta dapat memanfaatkan peluang untuk bergabung di perusahaan dengan reputasi yang sangat baik.

"Semoga campus hiring ini bisa memberikan manfaat, khususnya dalam membuka kesempatan di perusahaan multinasional dengan citranya yang kuat," ujar Afi.
Antusiasme peserta kian memuncak saat Head of Section Recruitment & Organizational Development Astra Daihatsu, Ellen Lumundu, membagikan "resep dapur" proses rekrutmen. Di tengah ribuan lamaran, Ellen menegaskan bahwa kesan pertama hanya berlangsung dalam hitungan detik. "Faktanya rekruter mungkin hanya melihat CV selama 10-15 detik. Jadi, tampilan pertama harus menarik dan jelas," ungkapnya.

Ellen mengulas berbagai detail yang kerap dianggap sepele namun krusial, mulai dari penggunaan email profesional, bukan nama unik seperti "EllenCute" hingga pemilihan nomor telepon yang terhubung ke WhatsApp. Baginya, CV adalah representasi identitas diri. "Apa yang membedakan kamu dari kandidat lain dan deskripsi singkat dalam 1-2 kalimat itulah yang menunjukkan identitas dan ketertarikan spesifik kamu," tambahnya. Ia juga mendorong peserta mencantumkan pengalaman magang atau organisasi karena hal tersebut mencerminkan kemampuan koordinasi dan kerja sama tim yang nyata.
Tak berhenti pada teori, acara berlanjut ke tahap selanjutnya, yakni On The Spot Psychotest dan Walk-In Interview. Untuk membantu peserta, Ellen menyarankan penggunaan metode STAR (Situation, Task, Action, Result) dalam menjawab tantangan wawancara agar penjelasan tetap sistematis dan terukur.
Melalui kegiatan ini, campus hiring tidak sekadar menjadi ajang rekrutmen, tetapi juga ruang pembelajaran nyata bagi para peserta untuk memahami standar industri secara langsung.
(DEL)