Penulis :
Yanto Sidik Pratiknyo
Muhammad Setiawan Kusmulyono
Benedicta Evienia Prabawanti
Meylani Tuti
Nadia Sarah
Is Eka Herawati
Audria Ineswari Mulya Marhadi
Irene Teresa Rebecca Hutabarat
Fransisca Desiana Pranatasari
Itsna Iftayani
Anna Suzana
Terrylina A. Monoarfa
Linda Syarifah
Shandy Puspita
Editor :
Benedicta
Evienia Prabawanti; Meylani Tuti; Terrylina A. Monoarfa; Yanto Sidik Pratiknyo
ISBN Buku: -
ISBN
Digital: -
Sinopsis Buku
Buku ini hadir
untuk menjawab banyak pertanyaan yang muncul tentang bagaimana menciptakan
kesempatan yang setara, dukungan yang tepat, dan ekosistem bisnis yang adil
bagi setiap perempuan. Menggunakan
pendekatan multi-dimensi, buku ini mencoba menampilkan kisah sukses, selain itu
juga mengkritisi tantangan sistemik yang dihadapi perempuan pengusaha, mulai
dari bias gender, glass ceiling, hingga kesenjangan struktural di
berbagai sektor. Buku ini secara komprehensif mengeksplorasi perjalanan,
tantangan, dan pencapaian perempuan wirausaha dari berbagai sudut pandang—mulai
dari ruang domestik hingga panggung digital global.
Isi
dari Empat belas bab buku ini saling melengkapi, antar bab yang ada di dalamnya
membuka wacana dengan menyajikan kisah-kisah inspiratif perempuan wirausaha
yang berhasil melampaui batas—baik itu wirausaha global, penyandang
disabilitas, migran, maupun pelaku usaha inklusif. Berdasarkan isi bab
tersebut, pembaca diajak memahami pentingnya dukungan pasangan dan ekosistem
yang suportif dalam perjalanan kewirausahaan.
Buku
ini tidak hanya merayakan kesuksesan, tetapi juga mengkritisi secara tajam
realitas yang masih dihadapi perempuan wirausaha. Mulai dari dilema antara
pemberdayaan dan eksploitasi dalam program kemitraan, bias gender yang masih
mengakar dalam praktik bisnis, hingga kesenjangan struktural yang dalam di
sektor pertanian Indonesia. Setiap bab menawarkan analisis mendalam disertai
rekomendasi strategis untuk menciptakan ekosistem bisnis yang lebih adil dan
inklusif.
Buku ini imenjadi
stimewa karena menggunakan pendekatan yang multi-dimensi. Feminisme tidak hanya
dipandang sebagai gerakan sosial, tetapi sebagai strategi bisnis yang powerful
dan relevan di era modern. Nilai-nilai seperti kesetaraan, inklusi, empati, dan
etika kepedulian terbukti mampu mendorong inovasi, membangun budaya kerja yang
sehat, dan memperkuat kepercayaan publik.
Bab yang ada dalam
buku ini juga mengupas tuntas peran vital komunitas perempuan wirausaha sebagai
fondasi resiliensi dan pertumbuhan berkelanjutan. Melalui penjelasan yang
diberikan, diharapkan pembaca dapat memahami bagaimana entrepreneurial
ecosystem yang kuat dapat menjadi kunci bagi perempuan untuk tidak hanya
bertahan, tetapi juga berkembang di tengah disrupsi bisnis. Selanjutnya
pembahasan tentang peran empati dan pendidikan kewirausahaan dalam membangun
intensi wirausaha sosial memberikan perspektif psikologis yang menarik,
menunjukkan bahwa motivasi pro-sosial perempuan dapat menjadi kekuatan
transformatif dalam menciptakan dampak sosial yang bermakna.
Terdapat bagian
dalam buku ini yang juga mengeksplorasi peluang besar tentang era digital yang
berkembang saat ini. Transformasi dari ruang domestik ke ekonomi digital telah
mendemokratisasi akses ekonomi, memungkinkan perempuan berwirausaha dengan
fleksibilitas tinggi melalui marketplace dan media sosial. Namun, di balik
peluang ini, terdapat pula tantangan seperti kesenjangan literasi digital, bias
algoritma, dan pelecehan daring yang perlu diatasi dengan strategi yang tepat.
Salah satu
highlight menarik yang juga diangkat dalam buku ini adalah pembahasan tentang femvertising—pergeseran
paradigma dalam dunia periklanan dari yang mengeksploitasi tubuh perempuan
menuju iklan yang memberdayakan. Melalui studi kasus merek-merek terkemuka,
buku ini membuktikan bahwa pesan yang inklusif dan autentik bukan hanya
bernilai sosial, tetapi juga strategi bisnis yang efektif untuk membangun
loyalitas konsumen.
Buku ini juga
memberikan perhatian khusus pada kontribusi "tak terlihat" perempuan
di balik layar marketplace—sebagai otak kreatif, manajer operasional, dan ahli
pemasaran digital. Pengakuan terhadap peran ini penting untuk membangun narasi
yang lebih adil tentang ekosistem digital Indonesia.
Bagian terakhir
buku ini ditutup dengan pembahasan tentang kekuatan media sosial sebagai alat
pemberdayaan, penjelasan diberikan untuk menunjukkan bagaimana platform digital
dapat menjadi medium strategis untuk personal branding, wirausaha digital, dan
advokasi sosial. Dengan konten
yang edukatif dan autentik, perempuan dapat membangun audiens loyal dan
mendorong perubahan sosial yang bermakna.
"(Melampaui
Batas) Feminisme Dalam Dunia Bisnis" bukan sekadar buku akademis, tetapi
panduan praktis, dan juga bacaan referensi yang dilengkapi dengan data empiris,
studi kasus inspiratif, dan rekomendasi kebijakan yang aplikatif. Buku ini ditujukan
bagi akademisi, praktisi bisnis, pembuat kebijakan, mahasiswa, dan siapa saja
yang percaya bahwa kesetaraan gender bukan hanya masalah keadilan sosial,
tetapi juga strategi bisnis yang mendatangkan manfaat ekonomi dan reputasi
jangka panjang.
Dengan gaya penulisan yang semi-formal namun tetap engaging, buku ini berhasil memadukan teori, praktik, dan perspektif kritis dalam satu narasi yang koheren. Ia mengajak pembaca untuk tidak hanya memahami perjalanan perempuan dalam dunia bisnis, tetapi juga menjadi bagian dari gerakan transformasi menuju ekosistem bisnis yang lebih inklusif, adaptif, beretika, dan berkelanjutan. Buku ini juga menawarkan wawasan penting tentang bagaimana feminisme dapat menjadi wajah baru bisnis—sebuah paradigma yang melampaui batas konvensional dan membuka peluang bagi semua pihak untuk tumbuh bersama. Inilah buku yang wajib dibaca oleh siapa saja (tidak terbatas pada perempuan) yang ingin memahami masa depan bisnis yang lebih adil dan berkelanjutan.
Salam,
Penerbit Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya