
Selasa, 31 Maret 2026, bertempat di Ruang Y.14 Gedung Yustinus, Kampus Semanggi, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Pusat Pemberdayaan Masyarakat di bawah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) menyelenggarakan Lokakarya Pengembangan Model Kuliah Kerja Nyata (KKN).
Kegiatan ini dibuka oleh Ketua LPPM Unika Atma Jaya, Ibu Dr. Jur. Sih Yuliana Wahyuningtyas, S.H., M.Hum., dan dimoderatori oleh Bapak Ignatius Praptoraharjo selaku Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat. Lokakarya ini dihadiri oleh perwakilan mahasiswa KKN, Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), pengelola KKN, kepala desa, camat dari lokasi pelaksanaan KKN (Desa Ponggang, Subang dan Desa Pantai Bahagia, Muaragembong), Koordinator P2M Fakultas, serta Kadiv LPPM.

Sesi pertama menghadirkan panel mahasiswa yang diwakili oleh Almendo Patar dan Angelica Putri Arista (Desa Ponggang), serta Stephen Andhika Bagaskara dan Michelle Patia Lumbanraja (Desa Pantai Bahagia). Para mahasiswa berbagi pengalaman selama pelaksanaan KKN, termasuk berbagai hambatan dan solusi yang ditemui. Khusus untuk pelaksanaan KKN di Desa Pantai Bahagia, disampaikan pentingnya perhatian lebih terhadap aspek keamanan transportasi selama kegiatan berlangsung.
Sesi kedua menghadirkan panel dari perwakilan desa/kecamatan dan Dosen Pembimbing Lapangan. Narasumber dalam sesi ini antara lain Bapak Asep Suryana, S.P. selaku Kepala Desa Ponggang, serta para DPL yaitu Alfonso Harrison Nantingkaseh (Desa Pantai Bahagia), Ibu Enny Widawati, dan Bapak Satria Fajar Kusuma (Desa Ponggang). Salah satu masukan penting yang disampaikan adalah perlunya sosialisasi kepada orang tua mahasiswa sebelum pelaksanaan KKN, serta penyelenggaraan kegiatan boarding KKN sebagai pembekalan awal. Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan pemahaman terkait program kerja, etika bermasyarakat, administrasi, sekaligus memperkuat kerja sama tim antar peserta. Selain itu, ditekankan bahwa pelaksanaan KKN perlu melibatkan pihak desa sejak tahap persiapan secara konkret.

Pada sesi berikutnya, disampaikan pemaparan bertajuk “Selayang Pandang Kecamatan Serangpanjang, Kabupaten Subang” oleh Bapak Drs. Vino Subriadi selaku Camat Serangpanjang. Dalam pemaparannya, beliau menjelaskan berbagai potensi yang dimiliki Kecamatan Serangpanjang. Sebagai penutup, beliau menyampaikan pesan motivatif, “Kalau tidak KKN, tidak keren.”
Sebagai tindak lanjut dari lokakarya ini, akan disusun Buku Pedoman KKN revisi yang mengakomodasi berbagai masukan dari peserta, termasuk dari pihak desa dan kecamatan, guna penyempurnaan pelaksanaan KKN di masa mendatang.
