
Kelas Spark Course AJIB Batch 4 dilaksanakan bersamaan dengan Holistic Course, yaitu pada 26 Februari hingga 5 Juli 2024, dengan jumlah peserta sebanyak 32 mahasiswa. Peserta berasal dari Fakultas Teknik (FT) dan Fakultas Teknobiologi (FTb). Mahasiswa FT mengikuti Spark Course dengan konversi dua mata kuliah, yaitu Kewirausahaan dan Manajemen Pemasaran, sedangkan mahasiswa FTb melakukan konversi untuk mata kuliah Kewirausahaan. Program ini dirancang untuk mengembangkan lebih lanjut ide-ide bisnis yang telah dirumuskan dalam bootcamp sebelumnya.

Kegiatan Spark Course terdiri dari sesi mentoring mingguan yang berfokus pada pengembangan business model canvas yang telah dibuat selama bootcamp. Dalam setiap sesi, peserta mendapatkan bimbingan intensif dari dosen pembimbing untuk menyempurnakan rancangan bisnis mereka. Program ini menitikberatkan pada inovasi, validasi ide, dan pengembangan strategi implementasi agar peserta lebih siap menghadapi tantangan bisnis nyata.

Hasil dari kegiatan ini cukup signifikan, dengan dua kelompok, Mourning Glory dan PlantLab, berhasil mendapatkan pendanaan melalui Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K). Kelompok PlantLab bahkan melangkah lebih jauh dengan mewakili UNIKA Atma Jaya di PIMNAS 37. Keberhasilan ini menunjukkan efektivitas Spark Course dalam membimbing mahasiswa untuk menghasilkan ide bisnis yang berpotensi untuk dikembangkan secara lebih profesional.
Evaluasi kegiatan mencatat bahwa sesi mentoring berjalan cukup efektif, namun durasi mentoring dinilai perlu diperpanjang untuk memberikan pendampingan lebih mendalam. Selain itu, beberapa peserta mengalami kesulitan dalam membagi waktu antara program ini dan kewajiban akademik lainnya, sehingga perlu adanya penyesuaian jadwal di masa mendatang. Koordinasi antara peserta dan dosen pembimbing dinilai sudah baik, namun masih ada ruang untuk meningkatkan efisiensi dalam komunikasi dan pengaturan tugas.
Secara keseluruhan, Spark Course AJIB Batch 4 berhasil memberikan dampak positif dalam pengembangan keterampilan kewirausahaan mahasiswa. Kedepannya, disarankan untuk menambahkan simulasi kompetisi bisnis dalam kurikulum agar peserta dapat lebih siap bersaing di tingkat nasional maupun internasional.