
Spark Course 2024 merupakan bagian dari mata kuliah Technopreneurship yang diikuti oleh 130 mahasiswa dari Fakultas Teknik. Peserta terdiri dari 37 kelompok yang berasal dari berbagai program studi, yaitu Teknik Industri, Teknik Mesin, Teknik Elektro, dan Sistem Informasi. Program ini bertujuan untuk membimbing mahasiswa dalam mengembangkan ide bisnis inovatif melalui serangkaian mentoring yang terstruktur dan berfokus pada pengembangan model bisnis.
Kegiatan Spark Course dilakukan dalam kegiatan mentoring mingguan, di mana setiap kelompok mendapatkan bimbingan dari dosen pendamping, yaitu Ibu Vivi Triyanti, Ibu Linda, dan Pak Wibawa. Setiap sesi mentoring dirancang untuk membantu mahasiswa memperdalam konsep ide bisnis mereka, mulai dari validasi pasar, strategi operasional, hingga rencana pemasaran. Pendekatan ini memungkinkan peserta untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan ide mereka serta menyusun langkah strategis untuk implementasi.
Hasil dari kegiatan ini cukup signifikan, dengan beberapa kelompok menunjukkan kemajuan yang jelas dalam menyusun rencana bisnis mereka. Banyak ide bisnis yang memiliki potensi untuk dikembangkan lebih lanjut, seperti produk inovasi teknologi berbasis kebutuhan pasar dan layanan berbasis digital. Meski sebagian kelompok masih memerlukan pendampingan tambahan, secara umum peserta berhasil mempresentasikan konsep bisnis mereka dengan baik di akhir program.

Evaluasi kegiatan mencatat bahwa mentoring mingguan memberikan dampak positif terhadap perkembangan ide bisnis peserta. Namun, beberapa kelompok merasa bahwa waktu yang tersedia untuk setiap sesi masih perlu diperpanjang agar dapat membahas ide mereka lebih mendalam. Selain itu, ada usulan untuk menambahkan sesi praktik langsung terkait implementasi teknologi dalam bisnis, yang dinilai relevan dengan kebutuhan mahasiswa teknik.
Secara keseluruhan, Spark Course 2024 berhasil memberikan pengalaman belajar yang mendalam dan relevan bagi peserta, baik dalam pengembangan ide bisnis maupun keterampilan kewirausahaan. Sebagai rekomendasi, perlu adanya penguatan dukungan logistik dan penyesuaian jadwal untuk memastikan efektivitas program di masa depan.