ASK
ME

REGISTER
NOW

Laporan Kegiatan Immersion to Thailand, Bangkok 2024




Program Immersion to Thailand, Bangkok, berlangsung pada 21–25 Juli 2024 dengan total peserta 9 mahasiswa, terdiri atas 6 mahasiswa dari program Holistic Course (FEB) dan 2 mahasiswa dari Spark Course (FTb). Program ini didampingi oleh 4 pendamping, yaitu 3 dari AJIB dan 1 dari International Office. Tujuan kegiatan ini adalah memberikan pengalaman internasional melalui kunjungan akademik, networking, dan eksplorasi budaya, serta memperkenalkan mahasiswa pada ekosistem bisnis dan budaya di Thailand.


Selama program, peserta mengunjungi KMITL Business School dan KRIRK University untuk mengikuti sesi guest lecturing yang dipandu oleh dosen pembimbing dari UNIKA Atma Jaya, Ibu Devi Angrahini Anni Lembana dan Ibu Vivi Triyanti, serta dosen dari KMITL Business School. Selain itu, peserta juga mengunjungi Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Bangkok untuk mendapatkan wawasan tentang hubungan diplomasi dan peran KBRI dalam mendukung komunitas Indonesia di Thailand.




Kegiatan eksplorasi budaya mencakup kunjungan ke beberapa destinasi ikonik, seperti Wat Arun, Wat Pho, Iconsiam, Asiatique, Siam Paragon, dan Pratunam. Kunjungan ini tidak hanya memperkaya wawasan budaya peserta tetapi juga memberikan pengalaman langsung terkait industri pariwisata dan ekonomi lokal. Peserta aktif berdiskusi dengan institusi mitra dan mengambil manfaat dari peluang networking yang tersedia selama kunjungan.


Hasil dari kegiatan ini meliputi peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap praktik bisnis internasional, penguatan kemampuan komunikasi lintas budaya, serta pemahaman lebih mendalam mengenai hubungan diplomasi Indonesia-Thailand. Selain itu, peserta berhasil menjalin koneksi dengan mahasiswa dan dosen dari institusi mitra, membuka peluang untuk kolaborasi lebih lanjut. Feedback dari peserta menunjukkan bahwa kegiatan ini sangat relevan dengan pengembangan karir dan studi mereka.


Evaluasi kegiatan mencatat beberapa aspek yang dapat diperbaiki, seperti penjadwalan yang lebih longgar untuk memberi waktu istirahat peserta di tengah padatnya kegiatan. Persiapan sebelum keberangkatan berjalan baik, tetapi ada masukan untuk meningkatkan koordinasi teknis seperti pengelolaan dokumen dan komunikasi jadwal. Secara keseluruhan, program ini berhasil memberikan pengalaman berharga bagi peserta, baik secara akademik maupun personalKedepannya, direkomendasikan adanya sesi refleksi harian dan peningkatan koordinasi untuk memaksimalkan hasil program.