ASK
ME

REGISTER
NOW

Laporan Kegiatan Immersion to Malaysia 2024




Program Immersion to Malaysia 2024 dilaksanakan pada 1–5 Desember 2024 dan diikuti oleh lima kelompok terbaik dari Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya. Kelompok peserta merupakan mahasiswa teknik dari berbagai program studi yang sebelumnya menjadi pra- pemenang dan finalis Product Innovation Competition pada Atma Jaya Business and Innovation Expo (4th ABIEX). Program ini diselenggarakan oleh Atma Jaya Incubation Business (AJIB) Batch 5, dengan agenda utama mengikuti kompetisi UTM Techventure Challenge 2024 pada 2–3 Desember 2024.


UTM Techventure Challenge, yang diadakan oleh Universiti Teknologi Malaysia (UTM) dan UTM XCITE, adalah kompetisi bisnis yang menantang mahasiswa untuk menampilkan inovasi bisnis dan prototipe di hadapan panel juri internasional. Selain kompetisi, peserta juga mengikuti kunjungan ke institusi akademik, networking dengan mahasiswa UTM, dan eksplorasi budaya di Malaysia. Program ini memberikan pengalaman internasional yang berharga dan memperkaya wawasan mahasiswa dalam inovasi dan kewirausahaan.


Hasil kegiatan menunjukkan pencapaian yang luar biasa dari mahasiswa Atma Jaya. Tim 3G yang terdiri dari Albertus Bernat Sentosa (Teknik Mesin), Lovina Lara Visanti (Teknik Elektro), dan Florentia Angelina (Teknik Elektro) berhasil meraih penghargaan First Winner, Best Poster, dan Best Prototype. Tim Bisnisrek yang beranggotakan Louis Anthony Leonardi (Teknik Industri), Leonard Edward Sely (Teknik Industri), Darren Wihardja (Teknik Industri), dan Jovan Moreno Madjid (Teknik Industri) meraih Second Winner.


Penghargaan Best SDG diraih oleh tim Teknis Klinis yang terdiri dari Lusya Anggraeny Manurung (Sistem Informasi), Naisyabila Sukma Nadhifa (Teknik Industri), Almendo Patar Ibouto Gobai (Teknik Industri), Evita (Manajemen), dan Stanislaus Rainer Pratama Hartanto (Teknik Industri).


Evaluasi kegiatan mencatat bahwa meskipun hasilnya memuaskan, beberapa peserta merasa persiapan sebelum keberangkatan perlu ditingkatkan untuk memaksimalkan performa. Dari sisi logistik, kegiatan berjalan cukup lancar, namun ada masukan untuk meningkatkan koordinasi dengan pihak UTM terkait jadwal dan lokasi acara. Selain itu, peserta mengusulkan adanya sesi diskusi dan refleksi harian untuk mengevaluasi dan mengarahkan pencapaian selama program berlangsung.


Secara keseluruhan, Immersion to Malaysia 2024 memberikan pengalaman belajar yang berharga dan signifikan bagi peserta. Ke depannya, disarankan untuk memulai persiapan lebih awal, memperkuat dukungan logistik, dan meningkatkan interaksi dengan pihak tuan rumah untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan program di masa mendatang.