
Jakarta - Langkah kecil yang dimulai dalam perjalanan karier justru menjadi fondasi yang kokoh untuk masa depan. Setidaknya kalimat ini yang merangkum perjalanan Henoch Munandar, alumni Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unika Atma Jaya (UAJ).
Henoch menempuh pendidikan di UAJ pada tahun 1984. Baginya, masa kuliah merupakan pengalaman awal yang memperkenalkan ilmu manajemen secara menyeluruh dan membuatnya memahami pentingnya ketekunan serta disiplin dalam belajar.
Lulus pada tahun 1989, ia langsung bergabung dengan PT Indomarco. Ketika itu, meski bukan bekerja di sektor keuangan, bagi Henoch pengalaman tersebut yang membentuk mental kerjanya. Dua tahun kemudian, ia melanjutkan karirnya di bagian industri perbankan dengan bergabung di Bank Susila Bakti. Di sanalah ia mulai memetakan operasional sektor finansial.
Kariernya kemudian berlanjut di Bank International Indonesia dan Panin Bank sepanjang 1993-1995. Masa-masa ini menjadi etalase penting, ia diperkenalkan pada berbagai divisi, memperluas perspektif, sekaligus berkenalan dengan deretan pemimpin industri yang memperkaya cara pandangnya.

Setelah singgah sejenak di PT Bogor Multifinance, tahun 1995 Henoch berlabuh di Sanwa Bank Indonesia. Institusi ini menjadi labuhan utamanya selama lebih dari satu dekade. Henoch beradaptasi dengan budaya kerja Jepang yang tersohor, yakni struktural, disiplin ketat, dan berorientasi kualitas tinggi. Setelah itu, Henoch beberapa kali memiliki kesempatan untuk mencicipi berbagai sektor jasa keuangan. Perpindahan itu memberinya kesempatan emas memahami karakter dan dinamika kerja lintas institusi dan sistem perbankan.
Peran strategis Henoch mulai terlihat jelas pada 2013, saat ia didapuk sebagai Direktur PT Bank Sumitomo Mitsui Indonesia. Enam tahun kemudian, ia dipercaya menjadi Direktur Bank BTPN, sebelum akhirnya institusi tersebut bertransformasi menjadi PT Bank SMBC Indonesia Tbk pada tahun 2024 dan menempatkannya di kursi kepemimpinan utama.
Hingga kini, Henoch telah berkarya lebih dari tiga dekade di sektor perbankan, mencakup pengalaman di bank lokal, institusi Singapura, hingga keuangan Jepang. Rentang perjalanan itu mencerminkan konsistensi dalam belajar, beradaptasi, dan membangun kompetensi secara bertahap.
Di matanya, dunia kerja kini bergerak dengan kecepatan yang tak terbayangkan. Oleh karena itu, ia menekankan pentingnya relevansi pendidikan. “Program-program yang disiapkan oleh Unika Atma Jaya sangat relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini, terutama dengan adanya digitalisasi dan perubahan industri. Para tenaga pendidik telah mempersiapkan mahasiswa agar siap memasuki dunia profesional yang cepat dan kompetitif," ungkap Henoch.
Di akhir kisahnya, ia menyampaikan sebuah pesan bagi mahasiswa UAJ. “Manfaatkan seluruh fasilitas kampus, mulai dari dosen, laboratorium, hingga perpustakaan. Semua itu akan menjadi bekal berharga setelah lulus," pungkasnya.
(DEL)