
Pemuda adalah energi, Pancasila adalah arah.
Saling membutuhkan dan senantiasa berjalan bersama sebagai motor inovasi dan
penjaga identitas bangsa.
Semangat inilah yang menjadi dasar pelaksanaan
kegiatan Peluncuran dan Bedah Buku ‘100 Tahun D.I. Pandjaitan: Gugur dalam
Seragam Kebesaran’ pada Senin (8/12). Acara ini menghadirkan inspirasi bagi
generasi muda melalui keteladanan dan nasionalisme seorang Pahlawan Revolusi
Mayor Jenderal TNI (Anumerta) D.I. Pandjaitan.
Buku ‘100 Tahun D.I. Pandjaitan: Gugur dalam Seragam Kebesaran’ merupakan sebuah catatan perjalanan hidup Donald Isac Pandjaitan, seorang prajurit yang hangat dan berintegritas. Secara inklusif buku ini mengisahkan masa muda D.I. Pandjaitan di Sumatera, kiprah internasionalnya di Bonn, Jerman, hingga pribadinya yang religius sesuai catatan Jenderal Ahmad Yani bahwa “Kolonel Pandjaitan lebih cocok menjadi pendeta”.

Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda
Turana, Sp.S(K), menyampaikan bahwa momentum ini menjadi ruang refleksi bersama
atas keteladanan D.I. Panjaitan. Sosok yang hidup di tengah masa penuh gejolak
namun tidak pernah lepas dari tanggung jawab.
“Menjadi suatu kehormatan kami, Unika Atma
Jaya menjadi bagian dari perjalanan sejarah Bangsa Indonesia. Seratus tahun
D.I. Pandjaitan merupakan sebuah jejak panjang seorang prajurit, pemimpin,
suami, dan ayah. Ia menempatkan iman, integritas, dan cinta tanah air di atas
kepentingan pribadi,” ungkapnya.
Putra almarhum D.I. Pandjaitan yang sekaligus Ketua Panitia, Bapak Dipl. Ing. Salomo Pandjaitan, menyampaikan rasa syukur atas penyelenggaraan kegiatan ini.

“Momen ini menjadi kesempatan bagi kita untuk
meneguhkan kembali komitmen membangun bangsa dan negara. Buku ini bukan hanya
kumpulan kertas yang berisi fakta sejarah. Melainkan monumen literasi tentang
seorang prajurit bangsa D.I. Pandjaitan yang rela mengorbankan jiwa raga demi
bangsa,” jelasnya.
Dilaksanakan di Ballroom Yustinus 15, Kampus
Semanggi, forum inspiratif ini menyajikan diskusi interaktif dari sisi
perspektif personal, histori, dan akademis tentang sosok D.I. Pandjaitan.
Turut menghadirkan pula Catherine Pandjaitan, putri almarhum D.I. Pandjaitan, Nurmala Kartini Sjahrir, Duta Besar RI untuk Jepang, A. Irianto, penulis buku, dan Andri Hadiyana, peneliti sekaligus penyusun lanjutan naskah.

Melalui keterlibatan ini, Unika Atma Jaya semakin berkomitmen mendidik generasi muda menjadi pribadi yang berjiwa nasionalis dan berintegritas sejalan dengan keteladanan Mayor Jenderal TNI (Anumerta) D.I. Pandjaitan.