ASK
ME

REGISTER
NOW

Pulihkan Kenyamanan Belajar, UAJ Gelar Pemeriksaan Kesehatan di Muaragembong

3/6/2026 12:00:00 AM



Jakarta - Kondisi lingkungan yang sehat merupakan faktor penting dalam menunjang kelancaran proses belajar-mengajar. Namun, bagi sekolah-sekolah di wilayah pesisir yang kerap terdampak kondisi alam, menjaga kesehatan siswa menjadi tantangan tersendiri. Menanggapi kondisi tersebut, Unika Atma Jaya (UAJ) menggelar program pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis di Kecamatan Muaragembong.


Program ini merupakan bentuk intervensi pascabanjir yang melanda Desa Pantai Bahagia dan Desa Harapan Jaya sejak awal 2026 akibat jebolnya tanggul Sungai Citarum dan meluapnya Sungai Ciherang. Kegiatan diinisiasi oleh Pusat Pemberdayaan Masyarakat (PPM) UAJ bekerja sama dengan dosen serta mahasiswa lintas fakultas, mulai dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB), Fakultas Ilmu Administrasi Bisnis dan Ilmu Komunikasi (FIABIKOM), hingga Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK).


Kegiatan sosial tersebut dilaksanakan dalam dua tahap. Tahap pertama berlangsung pada 26 Februari 2026 di SDIT Masyarul Huda, kemudian dilanjutkan pada 4 Maret 2026 di SDN Harapan Jaya 03.  Dalam pelaksanaannya, UAJ menurunkan tim medis yang terdiri dari empat dokter, tiga tenaga farmasi, serta satu laboran. Selain itu, kegiatan ini juga didukung oleh dua anggota tim Studi Infeksi FKIK dan dua mahasiswa FIABIKOM, serta memperoleh dukungan tenaga kesehatan dari empat bidan desa, serta tim Puskesmas Muaragembong.




Ketua Tim PKM UAJ, Sri Hapsari Wijayanti, S.S., M.Hum., menjelaskan bahwa fokus utama kegiatan adalah memastikan kesehatan siswa dan guru agar aktivitas sekolah kembali normal. “Harapannya, kegiatan belajar-mengajar di sekolah dapat kembali berlangsung seperti sediakala sehingga guru dan siswa merasa nyaman dalam menjalankan aktivitas pembelajaran,” ujarnya. Selain layanan medis, UAJ juga menyalurkan donasi alat kebersihan untuk mendukung pemulihan lingkungan sekolah yang sebelumnya terendam lumpur.


Secara keseluruhan, program ini menyasar sekitar 380 siswa, serta 20 guru dan tenaga kependidikan dari kedua sekolah tersebut. Layanan yang diberikan meliputi pengukuran berat dan tinggi badan, pemeriksaan tanda vital (suhu, nadi, napas), pengecekan kadar Hemoglobin (Hb), serta konsultasi dan pemeriksaan fisik oleh dokter. 




Berdasarkan hasil pemeriksaan, mayoritas keluhan yang ditemukan adalah batuk pilek (bapil), nyeri perut, mual, dan penyakit kulit. Bagi siswa yang memerlukan penanganan intensif, tim medis menyediakan mekanisme rujukan resmi ke puskesmas atau rumah sakit terdekat untuk menjamin keberlanjutan proses pengobatan.


Melalui kegiatan ini, diharapkan pemulihan kondisi kesehatan siswa dan tenaga pendidik dapat berlangsung dengan baik sehingga proses belajar-mengajar di sekolah-sekolah yang terdampak banjir dapat kembali berjalan secara normal.


(DEL)