ASK
ME

REGISTER
NOW

Mendorong Jiwa Kepemimpinan Melalui Leadership Execution Program

2/25/2026 12:00:00 AM


Jakarta –  Seorang pemimpin tidak diukur dari seberapa sering ia benar atau salah, melainkan dari kemampuannya dalam mengambil keputusan yang tepat di tengah ketidakpastian. Dalam setiap keputusan, selalu ada risiko, konsekuensi, dan tanggung jawab yang melekat di dalamnya.

“It’s not about how much we are right, how much we are wrong, but it’s about making the right decision,” ujar Chief Financial Officer (CFO) PT Bank Central Asia Tbk (BCA), Vera Eve Lim, di hadapan para dekan, pimpinan biro, dan jajaran rektorat Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya (UAJ) dalam kegiatan Atma Jaya Leadership Execution Program 2025–2026, yang diselenggarakan di Gedung Yustinus Lt. 14, kampus Semanggi, pada (19/2).


Acara dibuka oleh Rektor Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K). Dalam sambutannya, Yuda menyampaikan bahwa program ini menjadi kesempatan berharga bagi pimpinan Atma Jaya dari pengalaman praktis pimpinan industri perbankan. Ia menegaskan bahwa universitas tidak dapat berjalan sendiri dalam menghadapi tantangan masa depan. Kolaborasi dengan dunia industri menjadi bagian penting dalam membangun generasi muda yang adaptif dan siap menghadapi dinamika dunia kerja.


Dalam pemaparannya, Vera membagikan pengalaman mengenai business acumen dari perspektif industri perbankan. Ia menjelaskan bahwa dalam menjalankan organisasi, keputusan harus terus diambil setiap hari untuk mengelola risiko, menjaga profitabilitas, mengelola sumber daya manusia, hingga memastikan kepuasan nasabah. Ketahanan institusi sangat bergantung pada ketepatan dalam menentukan pilihan dan menetapkan prioritas.

Lebih lanjut, Vera menyoroti pentingnya kekuatan internal organisasi. Baginya faktor internal kerap lebih kompleks dibanding faktor eksternal. Di BCA, aset terbesarnya perusahaan adalah sumber daya manusia, ”Kunci keberhasilan sebuah institusi terletak pada manusianya,” ungkapnya.

Selanjutnya, ia menegaskan bahwa pelayanan prima kepada nasabah hanya dapat terwujud apabila organisasi terlebih dahulu membangun serta memperlakukan karyawannya secara baik dan profesional. Sebagai perusahaan jasa, sentuhan manusia (human touch) tetap menjadi elemen yang tidak tergantikan karena merupakan fondasi utama dalam membangun dan menjaga kepercayaan pelanggan.


Acara ditutup dengan sambutan Ketua Pengurus Yayasan Atma Jaya, Linus M. Setiadi, S.E., Ak., M.M., M.B.A., yang menyampaikan apresiasi atas insight yang dibagikan oleh tim BCA, dan berharap dapat memberikan manfaat startegis dalam memperkuat tata kelola institusi. Ia juga menegaskan komitmen Atma Jaya untuk terus membangun institusi yang berintegritas serta memiliki reputasi yang unggul.

Melalui Atma Jaya Leadership Execution Program 2025–2026, para pimpinan diharapkan semakin tajam dalam membaca peluang dan resiko serta semakin cermat dalam mengelola sumber daya manusia, guna mewujudkan kepemimpinan yang berkarya bagi Tuhan dan Tanah Air.

(STV)