ASK
ME

REGISTER
NOW

Gagal SNBP? Dosen Psikologi Unika Atma Jaya Bagi Tips Mengelola Kecewa dan Lanjut Melangkah

4/1/2026 12:00:00 AM



Jakarta – Hasil Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) kerap menjadi momen yang penuh harapan bagi siswa kelas 12. Ketika hasil tidak sesuai ekspektasi, perasaan sedih, kecewa, hingga marah menjadi respons yang wajar, terutama setelah berbagai upaya telah dilakukan secara maksimal. Kondisi ini menunjukkan pentingnya kemampuan mengelola emosi agar siswa dapat tetap melanjutkan rencana masa depan secara konstruktif.

Menurut Dosen Program Studi Psikologi Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya, Wieka Dyah Partasari, M.Si., Psikolog., perasaan tersebut merupakan bagian dari proses yang sehat. “Perasaan kecewa, sedih, atau marah setelah tidak lolos SNBP adalah hal yang wajar. Emosi tersebut perlu diakui, bukan dihindari, agar dapat diproses dengan baik dan tidak berdampak negatif dalam jangka panjang,” ujarnya. Ia menambahkan bahwa kemampuan mengelola emosi menjadi kunci penting agar siswa dapat kembali fokus dan mengambil langkah selanjutnya.

Berikut beberapa tips yang dapat kamu lakukan untuk mengelola situasi ini dengan lebih baik!

1. Tidak apa-apa kalau kamu kecewa

Hal pertama yang perlu kamu lakukan adalah menerima perasaan itu. Kamu tidak harus langsung terlihat kuat atau berpura-pura baik-baik saja. Kalau sedih atau ingin menangis, itu adalah hal yang wajar dan manusiawi.

Menangis bisa menjadi cara alami tubuh untuk melepaskan emosi. Dengan memberi ruang pada perasaan, kamu membantu diri sendiri untuk pulih secara perlahan. Daripada dipendam, emosi yang dirasakan justru lebih sehat jika dikeluarkan.

2. Jangan dipendam sendiri

Setelah perasaan mulai sedikit lebih lega, cobalah untuk bercerita kepada orang yang kamu percaya. Tidak perlu banyak orang, cukup satu yang benar-benar mau mendengarkan dengan empati. Bisa orang tua, sahabat, atau guru yang kamu nyaman ajak bicara.

Memendam semuanya sendiri justru bisa membuat beban terasa lebih berat. Karena itu, penting untuk memilih tempat curhat yang aman dan suportif. Sebaliknya, meluapkan emosi di media sosial sering kali tidak membantu dan bisa menimbulkan respons yang tidak diharapkan.

3. Cari cara buat menenangkan diri

Setiap orang punya cara masing-masing untuk menenangkan diri setelah mengalami kekecewaan. Kamu bisa mencoba melakukan aktivitas yang kamu sukai seperti mendengarkan musik, olahraga, menulis, atau sekadar mengambil waktu untuk sendiri. Aktivitas ini membantu pikiran menjadi lebih jernih dan perasaan lebih stabil.

Melakukan hal-hal positif juga membantu kamu mengalihkan energi ke arah yang lebih baik. Namun, penting untuk tetap memproses emosi terlebih dahulu sebelum mengalihkannya. Dengan begitu, kamu tidak hanya menghindari perasaan, tetapi benar-benar mengelolanya.

4. Pelan-pelan mulai berpikir ke depan

Ketika emosi sudah mulai lebih stabil, kamu bisa mulai memikirkan langkah selanjutnya. Gagal SNBP bukan berarti perjalananmu berhenti sampai di sini. Masih ada banyak jalur lain yang bisa kamu coba, seperti SNBT, jalur mandiri, atau perguruan tinggi swasta.

Coba tanyakan kembali pada dirimu sendiri, apa tujuan yang ingin kamu capai ke depan. Jangan hanya fokus pada nama kampus, tetapi juga pada jurusan dan bidang yang ingin kamu pelajari. Dengan begitu, kamu bisa membuat keputusan yang lebih sesuai dengan dirimu.

5. Kenali pilihanmu sebelum memutuskan

Sebelum menentukan langkah berikutnya, penting untuk mencari informasi sebanyak mungkin tentang kampus dan jurusan yang kamu minati. Kamu bisa mulai dari website resmi, bertanya ke alumni, atau mencari pengalaman dari mahasiswa yang sedang menjalani perkuliahan. Dari situ, kamu bisa mendapatkan gambaran yang lebih jelas.

Kalau kamu masih bingung mau mulai dari mana, kamu bisa mulai dengan mencari tahu lebih dekat pilihanmu melalui kegiatan open house Unika Atma Jaya pada Sabtu, 11 April 2026, di Kampus 1 Semanggi.


(DEL)