
Memilih program studi merupakan salah satu keputusan penting bagi siswa yang akan melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Pilihan jurusan tidak hanya menentukan bidang ilmu yang akan dipelajari selama kuliah, tetapi juga dapat memengaruhi arah karier di masa depan. Oleh karena itu, calon mahasiswa perlu mempertimbangkan berbagai aspek agar dapat menentukan program studi yang sesuai dengan minat, kemampuan, serta rencana masa depan.
Kepala Biro Kemahasiswaan dan Pembimbingan Karier sekaligus dosen Fakultas Psikologi, Harini Tunjungsari, M.Psi., Psikolog, membagikan beberapa tips yang bisa kamu pertimbangkan. Berikut beberapa tipsnya!
Pahami minat dan ketertarikanmu
Langkah awal yang dapat dilakukan adalah mengenali minat dan ketertarikan diri. Program studi yang selaras dengan minat umumnya akan membuat proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan, sekaligus meningkatkan motivasi dalam menjalani perkuliahan. Kamu dapat mulai dengan merefleksikan mata pelajaran atau aktivitas yang paling diminati selama di sekolah untuk membantu menentukan jurusan yang lebih sesuai dengan diri sendiri.
Pertimbangkan kemampuan yang kamu miliki
Selain minat, penting juga untuk mengenali kemampuan atau kekuatan yang dimiliki, seperti kemampuan mengolah angka, memahami banyak bacaan, berpikir kritis, atau menghafal informasi. Setiap program studi membutuhkan kombinasi kemampuan yang berbeda. Misalnya, kemampuan matematika juga dibutuhkan dalam Psikologi, meskipun tidak sebanyak di Fakultas Teknik. Sementara itu, kemampuan memahami bacaan dengan kalimat yang panjang lebih sering ditemui dalam program studi seperti Ilmu Komunikasi, sedangkan di bidang seperti Bioteknologi kemampuan membaca juga diperlukan, tetapi dengan karakter bacaan yang berbeda. Dengan mengenali kemampuan tersebut, kamu dapat memilih jurusan yang lebih sesuai.
Kenali kelompok bidang studinya
Secara umum, program studi di perguruan tinggi dapat dikelompokkan ke dalam dua bidang besar, yaitu Sains dan Teknologi (Saintek) serta Sosial dan Humaniora (Soshum). Bidang Saintek umumnya berkaitan dengan ilmu sains, kesehatan, dan teknologi, sedangkan bidang Soshum berfokus pada ilmu sosial, bisnis, komunikasi, hukum, serta pendidikan. Pengelompokan ini dapat membantu kamu memahami bidang keilmuan yang paling sesuai dengan minat dan kemampuan.
Pertimbangkan pilihan program studi
Setelah memahami minat, kemampuan, dan kelompok bidang studi, kamu dapat mulai mempertimbangkan pilihan program studi yang tersedia. Jika tertarik pada bidang kesehatan, misalnya, kamu dapat memilih program studi Kedokteran atau Farmasi. Sementara itu, di bidang bisnis dan komunikasi tersedia pilihan seperti Manajemen, Akuntansi, Ekonomi Pembangunan, Ilmu Administrasi Bisnis, Ilmu Komunikasi, dan Pariwisata. Bagi yang tertarik pada bidang pendidikan, hukum, atau psikologi, tersedia pula program studi seperti Pendidikan Bahasa Inggris, Bimbingan dan Konseling, Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Pendidikan Keagamaan Katolik, Ilmu Hukum, dan Psikologi.
Harini menekankan pentingnya bagi calon mahasiswa untuk mengenal berbagai program studi sebelum menentukan pilihan. “Carilah informasi sebanyak mungkin agar dapat memahami bidang yang akan dipelajari dan peluang pengembangannya di masa depan,” ujarnya. Ia juga menyampaikan bahwa pada 11 April 2026 pukul 08.00 - selesai, Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya membuka pendaftaran Open House sebagai kesempatan bagi calon mahasiswa untuk mengenal lebih dekat program studi serta lingkungan belajar di kampus.
Cari tahu seperti apa materi, metode belajar, dan praktik kuliahnya
Selain mempertimbangkan jurusan, penting juga untuk mencari tahu lebih jauh mengenai materi yang akan dipelajari. Setiap program studi memiliki mata kuliah, metode pembelajaran, serta kegiatan praktik yang berbeda. Dengan mengetahui gambaran kurikulum dan aktivitas perkuliahan, kamu dapat memahami apa saja yang akan dipelajari selama kuliah.
Selain mempertimbangkan jurusan, penting juga untuk mencari tahu lebih jauh mengenai materi yang akan dipelajari selama kuliah. Setiap program studi memiliki mata kuliah, metode pembelajaran, serta kegiatan praktik yang berbeda.
Kegiatan praktik tersebut biasanya didukung oleh fasilitas laboratorium yang disesuaikan dengan bidang studinya. Misalnya, meskipun sama-sama disebut laboratorium, aktivitas yang dilakukan di laboratorium program studi Ilmu Komunikasi tentu berbeda dengan yang ada di Sistem Informasi, dan berbeda pula dengan kegiatan di laboratorium Farmasi.
Lihat peluang karier ke depannya
Saat memilih jurusan, kamu juga perlu mempertimbangkan peluang karier setelah lulus. Beberapa bidang memiliki prospek kerja yang luas dan terus berkembang, seperti kesehatan, bisnis, komunikasi, maupun teknologi. Memahami peluang karier sejak awal dapat membantu kamu memiliki gambaran yang lebih jelas mengenai arah profesi yang ingin ditempuh setelah kuliah.
Harini juga mengingatkan mahasiswa untuk memanfaatkan berbagai layanan pengembangan karier selama masa studi. “Pastikan saat nanti sudah menjadi mahasiswa, jangan lupa memanfaatkan layanan dari Career Development Center. Mahasiswa bisa berkonsultasi jika masih bingung memilih aktivitas yang dapat memperkuat CV, hingga nantinya dibantu terhubung dengan berbagai pilihan tempat kerja. Bagi yang tertarik belajar entrepreneurship juga dapat memperoleh pendampingan yang tersedia,” ujarnya.
Link Referensi:
https://summer.harvard.edu/blog/how-to-decide-what-to-do-with-your-college-major/
https://collegepuzzle.stanford.edu/5-questions-to-answer-when-choosing-a-major/
(DEL)