ASK
ME

REGISTER
NOW

Belajar Media Massa di Era Digital, Mahasiswa Ilmu Komunikasi UAJ Kunjungi Harian Kompas

3/18/2026 12:00:00 AM



Jakarta - Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya menyelenggarakan kunjungan akademik ke Harian Kompas pada Kamis, 11 Desember 2025, dalam rangka kuliah Komunikasi Digital. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan pemahaman langsung kepada mahasiswa mengenai praktik jurnalisme media arus utama serta komitmen Harian Kompas dalam menjaga kualitas informasi di tengah perkembangan media digital. Kunjungan dilakukan di Kompas Institute, Gedung Unit 2 Palmerah Selatan, dan dilanjutkan ke Kantor Redaksi Harian Kompas di Menara Kompas.


Dalam kunjungan tersebut, mahasiswa mendapatkan paparan mengenai sejarah Harian Kompas, perjalanan pers Indonesia, serta tantangan media di era digital. Penjelasan disampaikan oleh Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kompas, Adi Prinantyo, yang menekankan pentingnya peran media arus utama sebagai sumber informasi yang dapat dipercaya di tengah maraknya informasi tidak terverifikasi di media sosial.




Adi menjelaskan bahwa Harian Kompas didirikan oleh P.K. Ojong dan Jakob Oetama dan pertama kali terbit pada 28 Juni 1965. Pada masa awal pendiriannya, media ini sempat diusulkan bernama Bentara Rakyat, namun Presiden Soekarno mengusulkan nama Kompas dengan harapan media ini dapat menjadi penunjuk arah bagi masyarakat. Nilai tersebut hingga kini masih dijaga melalui semboyan “Amanat Hati Nurani Rakyat” dan keberpihakan pada kepentingan publik.


Selain itu, mahasiswa juga mendapat pemahaman mengenai perjalanan pers di Indonesia, termasuk masa pembatasan kebebasan pers pada era Orde Baru. Harian Kompas pernah mengalami pembredelan pada 1978 karena dianggap terlalu kritis. Situasi pers kemudian mengalami perubahan signifikan setelah diterbitkannya Undang-Undang Pers Nomor 40 Tahun 1999, yang menjamin kemerdekaan pers dan memperkuat peran media sebagai kontrol sosial.


Memasuki era digital, Kompas menghadapi tantangan berupa banjir informasi dari media sosial yang sering kali tidak melalui proses verifikasi. Oleh karena itu, Kompas menegaskan komitmennya terhadap jurnalisme berkualitas dengan prinsip verifikasi fakta, keberimbangan narasumber, dan mengutamakan kepentingan publik. Prinsip “Quality Over Quantity” menjadi pedoman utama dalam proses kerja redaksi.


“Di tengah arus informasi yang sangat cepat, media arus utama memiliki tanggung jawab untuk memastikan kebenaran. Bagi Kompas, kecepatan tidak boleh mengalahkan dan tidak menjamin akurasi dan integritas,” ujar Adi.


Sejalan dengan komitmen tersebut, kini Harian Kompas telah meraih segudang pengakuan nasional dan internasional atas konsistennya dalam menghadirkan jurnalisme yang berimbang, mendalam, dan berempati. Liputan investigatif, visual, dan tematik Kompas saat ini telah mendapatkan apresiasi tinggi hingga tingkat Asia Pasifik, termasuk laporan mengenai isu kesehatan, kemanusiaan, dan sosial yang sangat dekat dengan kehidupan publik.


Di Indonesia, Kompas juga memperoleh penghargaan atas penggunaan bahasa Indonesia yang baik, liputan diplomasi, serta kontribusi dalam meningkatkan literasi masyarakat. Oleh karena itu, kepercayaan publik tercermin dari pertumbuhan pembaca digital melalui Kompas.id, yang menegaskan bahwa jurnalisme berbasis kualitas dan integritas tetap relevan dan dibutuhkan di era digital. 


Sebagai bagian dari pengembangan generasi muda, Kompas juga membuka program magang bagi mahasiswa yang dapat diakses melalui kanal Karier Kompas. Program ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk belajar langsung di berbagai divisi, seperti redaksi, marketing communication, event, hingga litbang Kompas.


Melalui kunjungan ini, mahasiswa Ilmu Komunikasi diharapkan dapat memahami pentingnya literasi media serta peran jurnalisme berkualitas dalam membangun masyarakat yang kritis dan berdaya di era digital.


Ditulis oleh:

Mahasiswi Ilmu Komunikasi

Vincentia Michelle Dwinariswari (12024000438)

Hillary (12024001072)


Editor: 

Dr.phil. Lisa Esti Puji Hartanti, S.Sos., M.Si.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi