ASK
ME

REGISTER
NOW


Alumni Magister Psikologi Menjadi Perwakilan Indonesia di United Nations Multistakeholder Hearing

Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya turut berbangga atas kontribusi dari salah satu alumni Magister Psikologi. Benny Prawira Siauw, yang akrab dipanggil Benny dalam UN Multi-stakeholder Hearing on the Prevention and Control of Noncommunicable Diseases (NCDs) and the Promotion of Mental Health and Well-being di New York City, USA, pada Jumat, 2 Mei 2025 lalu. UN Multi-stakeholder Hearing ini merupakan bagian dari proses menuju deklarasi politik di Markas Besar PBB pada September 2025 nanti. Ini adalah pertama kalinya dalam sejarah UN Multistakeholder hearing bahwa isu kesehatan mental menjadi pembahasan dalam pertemuan UN GA High-level.

Di saat UN Multistakeholder Hearing, Benny mendapatkan kesempatan untuk melalui intervensi berupa pernyataan sepanjang 3 menit. Ia membawakan pengalaman hidupnya sebagai ilmuwan psikologi dan aktivis pencegahan bunuh diri orang muda selama lebih dari satu dekade di Indonesia. Di dalam pernyataan 3 menit ini, Benny menyampaikan isu terkait dekriminalisasi bunuh diri, penurunan resiko bunuh diri, termasuk pembahasan mengenai sistem BPJS yang perlu didorong untuk dapat menanggung luka fisik akibat percobaan bunuh diri, serta menekankan pendekatan berbasis masyarakat yang menyeluruh untuk pencegahan bunuh diri. Benny yang juga bagian Steering Committee Member for Meaningful Engagement of People with Lived Experience of NCD and Mental Disorders juga menambahkan point terakhir yang penting untuk mengingatkan pentingnya melibatkan orang muda dan kelompok marjinal di dalam UN Multistakeholder Hearing

Benny yang mendirikan organisasi orang muda pertama di Indonesia untuk pencegahan bunuh diri, Into The Light Indonesia, mendapatkan kesempatan ini karena diundang untuk menjadi bagian dari Noncommunicable Diseases’ High Level Meeting Short Term Action Group dari Global Mental Health Action Network (GMHAN) Didukung oleh GMHAN, Benny mendapatkan kesempatan untuk  berhubungan langsung dengan aktivis, akademisi, dan tenaga ahli dari berbagai belahan dunia sepanjang satu minggu, dimulai dari tanggal 27 Mei 2025 sebelum UN Multi-stakeholder Hearing ini. Dalam satu minggu tersebut, Benny juga bertemu dengan 44 representasi dari organisasi kesehatan jiwa global dari 36 negara, dan juga organisasi psikologi dan perguruan tinggi  seperti American Psychological Association, Child Mind Institute, New York University School of Global Public Health. Selain itu, Pada hari Selasa, 29 April 2025, Benny juga berkesempatan untuk mengisi presentasi pada sebuah sesi di Columbia University Mailman School of Public Health. Benny juga terlibat dalam pertemuan jejaring GMHAN dan NCD Alliance untuk membawakan point-point penting terkait dengan pencegahan bunuh diri di Indonesia dan global kepada staff Permanent Mission dari Uni Eropa, Belanda dan Republik Indonesia untuk PBB di New York City. 

Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya turut bangga bahwa salah satu alumni Magister Psikologi telah berkiprah di kancah internasional. Benny telah menjadi bagian dari sejarah untuk menyuarakan isu kesehatan mental yang pertama kali dibahas di dalam UN Multistakeholder hearing. Sukses terus untuk Benny! Teruslah berkiprah untuk kemanusiaan.


Penulis: Jonathan Kristen Wuwung
Editor: Christ Billy Aryanto