Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya
(UAJ) adalah perguruan tinggi swasta terkemuka di Indonesia yang berdiri sejak
1 Juni 1960 dan memiliki tiga kampus utama di Semanggi, Pluit, dan BSD. UAJ
memiliki visi menjadi universitas unggul di tingkat nasional dan internasional
melalui perpaduan iman Kristiani, ilmu pengetahuan, teknologi, dan budaya
Indonesia. Komitmen tersebut diwujudkan melalui Tri Dharma berupa pendidikan
berkualitas, penelitian inovatif, serta pengabdian kepada masyarakat, dan
diperkuat oleh berbagai rekognisi internasional dalam bidang employability dan
keberlanjutan.
Melalui Work Package 4 Erasmus+
ECoGREEN, UAJ mengembangkan riset keberlanjutan dengan menerapkan
pendekatan Whole School Approach (WSA). Topik yang dikaji mencakup:
penguatan visi keberlanjutan, lingkungan kampus, kurikulum, pedagogi dan
didaktik, penelitian, layanan komunitas, pengembangan profesional, serta
manajemen dan operasional gedung. Pendekatan WSA dijalankan secara sistematis melalui
siklus: Sensitizing – Plan – Do – Check – Act – Dialogue, sehingga
inovasi keberlanjutan dapat terintegrasi dan berkelanjutan.
Riset ECoGREEN dilaksanakan di seluruh
anggota konsorsium. Penelitian dilakukan untuk
tiap kampus yang terlibat dalam program Erasmus+ECoGREEN Consortium, terdiri
dari enam perguruan tinggi nasional: Universitas Katolik
Parahyangan/UNPAR (sebagai PIC), SCU, UBAYA, TRISAKTI, UAJ, dan UNWAHAS;
serta dua perguruan tinggi internasional, yaitu Wageningen
University & Research (WUR – Belanda) dan UHasselt
University (Belgia). Kolaborasi lintas universitas ini menekankan
pertukaran pengetahuan global, pengembangan metode inovatif, dan penciptaan
dampak nyata bagi keberlanjutan di Indonesia.
Pengumpulan data dilakukan terutama melalui
metode kualitatif seperti Focus Group Interview (FGI) dengan
narasumber pimpinan universitas dan FEB serta FH, LPPM, dosen, mahasiswa, dan
mitra eksternal khususnya UMKM. Hasil wawancara dikoding dan diolah secara
tematik untuk menghasilkan framework integratif yang aplikatif bagi
pengembangan kampus hijau.
Sejalan dengan semangat Laudato Si’,
berbagai inisiatif telah diterapkan: penggunaan smart classroom, penyediaan
water fountain, himbauan tumbler, penghematan energi dengan LED dan AC
inverter, otomasi layanan akademik melalui aplikasi MyAtma, serta integrasi
mata kuliah sustainability lintas prodi. Program-program ini menunjukkan bahwa
keberlanjutan bukan hanya konsep, tetapi praktik nyata di kampus UAJ.
Melalui ECoGREEN Research, UAJ berkomitmen
terus mendorong inovasi dan motivasi seluruh sivitas akademika
untuk menciptakan solusi berkelanjutan bagi universitas dan masyarakat. Dengan
kolaborasi nasional–internasional yang kuat, Atma Jaya siap menjadi pemimpin
dalam gerakan keberlanjutan pendidikan tinggi.
#BanggaUAJ – Leading for Green Campus
and Sustainable Impact