ASK
ME

REGISTER
NOW

Refleksi 65 Tahun UNIKA ATMA JAYA: Menghidupi Etika, Menata Masa Depan Bangsa

10/03/2025 00:00:00

Seminar dilaksanakan pada tanggal 3 Oktober 2025. Seminar ini menghadirkan empat pembicara yang menekankan pentingnya etika, martabat manusia, dan tanggung jawab sosial dalam pendidikan tinggi, kehidupan berbangsa, serta kebijakan publik. Dalam materi Ex Corde Ecclesiae: Identitas dan Misi, Prof. Bernadette menegaskan bahwa universitas Katolik harus menjadi komunitas akademik yang tidak hanya mengejar keunggulan intelektual, tetapi juga mengintegrasikan iman dan akal budi dalam pencarian kebenaran. Pendidikan tinggi Katolik dipandang memiliki tugas membentuk pribadi manusia secara utuh, menanamkan nilai moral, serta menghadirkan lingkungan akademik yang manusiawi dan berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat. Sementara itu, dalam materi Etika dan Masa Depan Indonesia, Romo Franz Magnis-Suseno, SJ menekankan bahwa etika harus menjadi dasar kehidupan berbangsa dan bernegara, dengan Pancasila sebagai landasan moral. Ia mengajak civitas akademika untuk menjadi pribadi yang dapat dipercaya, berpihak pada kaum miskin, membangun kerukunan antaragama, peduli terhadap lingkungan, dan menjunjung tinggi sikap antikorupsi. 


Selanjutnya, dalam materi Pendidikan Tinggi dan Kekerasan Seksual di Indonesia, Prof. Ery Seda menyoroti tingginya angka kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi serta lemahnya pelaporan dan perlindungan hukum bagi korban. Ia menegaskan pentingnya Permen PPKS dan pembentukan Satgas PPKS sebagai langkah nyata untuk mencegah, menangani, mendampingi, dan memulihkan korban, sekaligus menekankan tanggung jawab pimpinan kampus dalam menciptakan lingkungan akademik yang aman dan profesional. Kemudian dalam materi Etika Kebijakan Publik, Agustinus Prasetyantoko menekankan bahwa kebijakan publik harus dibangun di atas prinsip keadilan, transparansi, dan integritas, bukan semata-mata mengejar pertumbuhan ekonomi. Ia mengkritisi kebijakan yang berpotensi memperlebar ketimpangan, melemahkan demokrasi, dan mengabaikan kelompok lemah, serta menegaskan bahwa pemerintah dan masyarakat memiliki kewajiban moral untuk memastikan kesejahteraan umum menjadi tujuan utama pembangunan. Secara keseluruhan, seminar ini menegaskan bahwa pendidikan, kehidupan sosial, dan kebijakan publik harus selalu berpijak pada etika, penghormatan terhadap martabat manusia, dan komitmen untuk membangun masyarakat yang adil, manusiawi, dan berkelanjutan.