
Jakarta – Susanto Djaja, CEO PT Metrodata Electronics Tbk, hadir sebagai pembicara dalam forum C-Talks bertajuk “Leading Digital Transformation: 50 Tahun Inovasi Digital Metrodata” yang diselenggarakan oleh Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya di Gedung Yustinus, Kampus Semanggi (10/4). Dalam kesempatan tersebut, ia membagikan pengalaman perjalanan karier serta pandangannya mengenai dinamika transformasi digital kepada jajaran pimpinan universitas, karyawan, dan mahasiswa.
Susanto merupakan alumni Program Studi Manajemen Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial (FBIS) UAJ angkatan 1988, Susanto merupakan contoh nyata lulusan yang berhasil meniti karier hingga posisi puncak industri. Ketertarikannya pada dunia bisnis sebenarnya tidak langsung terbentuk.
Berlatar belakang peminatan Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), ia sempat mempertimbangkan beberapa pilihan seperti Ilmu Komputer dan Teknik Sipil. Namun, keyakinannya terhadap kualitas pendidikan yang mencetak lulusan dengan karier baik di UAJ membawanya memilih Manajemen sebagai jalan yang ia tekuni.
Pria lulusan UAJ tahun 1992 ini, menceritakan pengalaman uniknya saat berkuliah di UAJ yakni harus mengikuti kelas di malam hari. Meskipun begitu, ia merasa beruntung karena dosen pengajar yang juga merupakan praktisi profesional memberinya banyak perspektif baru. Tidak hanya pembelajaran secara teori, tetapi juga menjelaskan bagaimana dunia nyata bekerja lewat pengalamannya.
Baginya, ada dua soft-skills utama yang dipelajari saat kuliah sehingga bisa survive di dunia kerja dan membangun karier. Kemampuan pertama adalah manajemen waktu. Waktu harus dimanfaatkan sebaik mungkin dan diisi dengan produktivitas. Lalu kemampuan kedua adalah memahami konsep. Daripada sekedar menghafal, Susanto memiliki pemahaman bahwa dengan paham konsep, akan lebih unggul dibandingkan individu lainnya. Hal tersebut diantaranya bicara lebih terstruktur dan meyakinkan, sehingga membentuk gambaran seorang good presenter dan membentuk citra yang baik.

Setelah lulus kuliah, Susanto berkarier di sektor perbankan sebagai staf operasional di Mizuho Bank. Ia juga pernah bekerja di Grup Tempo sebagai Manajer Keuangan, Corporate Treasurer, serta Manajer Kantor Cabang Jabodetabek. Kembali ke almamater, pada 1991 hingga 2000, Susanto berkarier sebagai Dosen Manajemen Keuangan di Fakultas Ekonomi UAJ. Hingga akhirnya pada tahun 1997, ia resmi bergabung dengan PT Metrodata Electronics Tbk dan kini dipercaya menjabat menjadi Presiden Direktur.
PT Metrodata Electronics Tbk merupakan perusahaan teknologi yang telah berdiri sejak 1975 dan berkembang menjadi salah satu pemain utama di industri teknologi informasi di Indonesia. Berawal dari bisnis yang sederhana, perusahaan ini mampu beradaptasi dengan perubahan zaman hingga menjadi perusahaan terbuka yang terus mendorong inovasi digital.
Salah satu momen besar dalam kariernya terjadi saat awal bergabung di PT Metrodata, yakni ketika perusahaan menghadapi tekanan finansial. Pada kondisi masih berada dalam masa percobaan, ia bersama timnya mengambil keputusan strategis untuk melakukan lindung nilai (hedging) terhadap utang perusahaan dalam mata uang dolar. Keputusan tersebut menjadi titik penting bangkitnya kondisi keuangan perusahaan Metrodata kala itu.
Konsistensinya dalam memimpin perusahaan juga tercermin dari berbagai penghargaan yang diraihnya sepanjang karier. Susanto Djaja tercatat sebagai penerima Indonesia Most Admired CEO, Business Person of the Year 2024, serta berbagai penghargaan lainnya yang menjadi pengakuan atas kepemimpinannya di industri teknologi. Pencapaian ini memperkuat posisinya sebagai salah satu figur penting dalam perkembangan transformasi digital di Indonesia.

Menutup kisah inspiratifnya, ia menyampaikan pesan bagi seluruh anak muda untuk terus berinovasi. ”Inovasi bagi saya adalah menemukan cara yang lebih baik untuk menghadapi tantangan baru, tidak harus terbaik tapi jadi yang lebih baik”.
(STV)