YUDISIUM FAKULTAS HUKUM LULUSAN SEMSTER GENAP 2025 - 2026
PRODI S1 HUKUM DAN PRODI S2 MAGISTER HUKUM

JAKARTA —
Fakultas Hukum Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya sukses
menyelenggarakan prosesi Yudisium Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 pada
Senin, 28 September 2026. Acara khidmat ini meluluskan sebanyak 96 yudisi yang
terdiri atas 78 lulusan Program Studi Sarjana (S1) Ilmu Hukum dan 18 lulusan
Program Pascasarjana Magister (S2) Ilmu Hukum. Seluruh rangkaian prosesi
dihadiri oleh jajaran pimpinan dekanat, dosen pembimbing, penguji, perwakilan
tenaga kependidikan, serta keluarga dan pendamping para lulusan.
Laporan Panitia
Ujian Komprehensif Program Sarjana (S1) Hukum mencatat rasa syukur mendalam
atas kelancaran seluruh tahapan evaluasi akhir mahasiswa. Sebanyak 78 mahasiswa
dinyatakan lulus setelah menempuh ujian komprehensif yang diselenggarakan
secara full offline (tatap muka penuh). Para lulusan dinilai menunjukkan
daya adaptasi, etos kerja tinggi, dan pemahaman komprehensif dalam menyusun
karya penulisan hukum mereka.
Dari 78 lulusan
Program Sarjana:
?
Predikat Sangat Memuaskan (IPK 3,01–3,50): diraih oleh 50 orang
lulusan.
?
Predikat Dengan Pujian / Cum Laude (IPK 3,51–4,00): diraih oleh 28 orang
lulusan.
?
Lulusan Terbaik Program S1: diraih oleh Megumi Yosephine Edlim Syariep (NIM
202205510035) dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,89.
Panitia
menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para Dosen Pembimbing
Penulisan Hukum dan dewan penguji yang telah mendampingi mahasiswa dengan
dedikasi penuh, serta memuji kesabaran dan keuletan mahasiswa dalam menuntaskan
tanggung jawab akademik mereka.
Pada jenjang
Program Magister (S2) Ilmu Hukum, Panitia Ujian Tesis melaporkan keberhasilan
18 yudisi yang telah menyelesaikan ujian tesis dengan hasil sangat
membanggakan. Mayoritas lulusan berhasil menyelesaikan studi secara tepat waktu
dalam 4 semester, mencerminkan kedisiplinan dan komitmen riset yang matang di
tingkat pascasarjana.
Rincian
kelulusan Program Magister Ilmu Hukum meliputi:
?
Distribusi Angkatan: 17 orang dari Angkatan 2024 (lulus tepat waktu) dan 1 orang
dari Angkatan 2023.
?
Predikat Dengan Pujian / Cum Laude (IPK 3,76–4,00): diraih oleh 14 orang lulusan
(77,8% dari total lulusan).
?
Rata-rata IPK Lulusan: mencapai 3,82.
?
Lulusan Terbaik Program S2: diraih oleh Eviyana Nuraini (NIM 12024002246) dengan IPK
impresif 3,90.
|
Kategori
Evaluasi |
Program
Sarjana (S1) |
Program
Magister (S2) |
|
Jumlah Yudisi |
78 orang |
18 orang |
|
Lulusan
Terbaik |
Megumi
Yosephine Edlim Syariep (IPK 3,89) |
Eviyana
Nuraini (IPK 3,90) |
|
Predikat Cum
Laude |
28 orang (IPK
3,51–4,00) |
14 orang (IPK
3,76–4,00) |
|
Predikat
Sangat Memuaskan |
50 orang (IPK
3,01–3,50) |
4 orang |
|
Rata-rata IPK
Kelulusan |
— |
3,82 |
|
Format
Evaluasi Akhir |
Ujian
Komprehensif Full Offline |
Sidang Ujian
Tesis |
Dalam
sambutannya, pimpinan panitia menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang
mendalam kepada Ibu Dekan Fakultas Hukum Unika Atma Jaya, para guru besar,
dosen penguji, staf sekretariat (termasuk apresiasi khusus kepada staf
sekretariat pascasarjana atas kelancaran administrasi), serta seluruh orang tua
dan keluarga pendamping yang senantiasa menjadi pilar penyokong keberhasilan
studi para mahasiswa.
Momentum
yudisium ini juga menjadi ajang undangan terbuka bagi para lulusan Sarjana
Hukum berprestasi untuk melanjutkan jenjang pendidikan ke Program Magister Ilmu
Hukum Unika Atma Jaya. Program magister dirancang secara komprehensif guna
memperkuat analisis hukum kritis, kepemimpinan etis, dan keahlian spesifik yang
relevan bagi dunia profesi advokat, korporasi, lembaga peradilan, maupun
pembuat kebijakan publik.
Menutup laporan
dengan suasana hangat dan penuh kelegaan setelah menempuh perjalanan riset yang
panjang, panitia menyematkan sebuah bait pantun penutup bagi para magister
hukum baru:
*Revisi tesis tak
terhitung lagi,
Sering begadang
ditemani kopi.
Kini tertawa
lepas tak henti,
Karena gelar
magister hukum sudah resmi.*
Fakultas Hukum Unika Atma Jaya berharap agar gelar akademis yang diraih para wisudawan tidak hanya berhenti sebagai prestasi formal, melainkan menjadi kompas moral dan lentera keadilan dalam mengabdi kepada masyarakat, bangsa, dan negara Republik Indonesia.