Unika Atma Jaya Hadirkan Akademisi dan Praktisi Bahas Pilihan Studi dan Karier melalui Webinar Nasional

8/10/2026 12:00:00 AM


JAKARTA – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya melalui Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi (FBTI) menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Menentukan Arah Studi dan Karier”, pada Sabtu (25/7/2026), secara daring melalui Zoom. Kegiatan ini menghadirkan akademisi dan praktisi untuk memberikan wawasan kepada siswa dalam menentukan pilihan studi yang sesuai dengan potensi diri sekaligus mempersiapkan arah karier di masa depan.


Dekan Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi (FBTI) Unika Atma Jaya, Prof. Dr. Diana Elizabeth Waturangi, S.Si., M.Si. dalam sambutannya menekankan pentingnya Webinar ini dan harapannya. “Acara hari ini tentu sangat penting bagi para calon mahasiswa untuk menjadi kompas dalam menentukan ataupun menggali potensi, memahami minat, dan melihat gambaran nyata industri di masa depan. Secara khusus, Teknik Industri tentu memiliki masa depan yang sangat baik, bagaimana bisa dikembangkan dalam hal pemanfaatan AI untuk industri, smart factory, ataupun green sustainability,” ujar Diana.


Webinar ini menghadirkan berbagai perspektif mengenai pemilihan studi sesuai passion dan kebutuhan dunia kerja, dengan narasumber Wakil Dekan FBTI Unika Atma Jaya Feliks P.S. Surbakti, Ph.D., Psikolog BFL Center Eunike Mutiara, Ph.D., Psikolog, Marketing Director PT Unilever Indonesia Felix Winarta, S.T., Risk Management Supervisor Surya Adibuana, S.T., Diskusi dipandu oleh Muhammad Irsal, Moderator dan Presenter Terfavorit KPID Jawa Barat.




Dari perspektif psikologi, Eunike Mutiara, Ph.D., Psikolog, menekankan pentingnya mengenali diri sebelum menentukan pilihan studi. “Memilih jurusan bukan hanya tentang jurusan apa yang sedang populer atau dianggap memiliki prospek bagus. Yang paling penting adalah mengenali diri sendiri, memahami apa yang kita sukai, apa yang menjadi kekuatan kita, dan bagaimana hal tersebut dapat dikembangkan menjadi bagian dari perjalanan karier,” ujar Eunike.

Sementara itu, Feliks P.S. Surbakti, Ph.D., menyoroti peran pendidikan tinggi dalam membentuk kompetensi mahasiswa. Menurutnya, perguruan tinggi tidak hanya menjadi tempat memperoleh pengetahuan, tetapi juga ruang untuk mengembangkan kemampuan yang dibutuhkan di dunia profesional. “Perguruan tinggi bukan hanya tempat untuk mendapatkan gelar. Mahasiswa perlu mendapatkan pengalaman belajar yang membentuk kemampuan berpikir, kemampuan bekerja sama, serta kemampuan untuk menyelesaikan berbagai persoalan yang akan mereka hadapi di dunia profesional,” jelas Feliks.




Dari sisi industri, Felix Winarta, S.T., membagikan perspektif mengenai kesiapan menghadapi dunia kerja yang terus berkembang. “Dunia kerja terus berubah. Karena itu, kemampuan untuk belajar, beradaptasi, dan bekerja sama menjadi hal yang sangat penting. Apa yang dipelajari di bangku kuliah menjadi fondasi, tetapi kemampuan untuk terus berkembang akan menjadi bekal dalam perjalanan karier,” tutur Felix.

Pandangan mengenai pengambilan keputusan disampaikan oleh Surya Adibuan, S.T., yang menekankan pentingnya mempertimbangkan berbagai faktor sebelum menentukan arah studi dan karier. “Setiap keputusan memiliki konsekuensi. Karena itu, ketika memilih studi dan merencanakan karier, kita perlu mempertimbangkan berbagai faktor, memahami pilihan yang tersedia, serta memikirkan dampaknya untuk jangka panjang,” ujar Surya. Ia juga mendorong siswa untuk tidak takut mengeksplorasi berbagai pengalaman sebagai bagian dari proses menemukan bidang yang sesuai.




Selain memperoleh wawasan dari para narasumber, peserta webinar juga mendapatkan kesempatan mengikuti program khusus, termasuk biaya pendaftaran kuliah gratis bagi siswa SMA yang melakukan pendaftaran kuliah secara langsung saat webinar berlangsung. 

Melalui Webinar Nasional “Menentukan Arah Studi dan Karier”, Unika Atma Jaya menegaskan komitmennya dalam mendampingi generasi muda mempersiapkan pilihan pendidikan dan masa depan secara lebih terarah. Perpaduan perspektif psikologi, akademisi, dan praktisi industri diharapkan dapat membantu siswa mengenali potensi diri, mempertimbangkan pilihan studi, serta mulai merancang perjalanan karier sesuai dengan kemampuan dan aspirasi mereka.

(BRI)