Unika Atma Jaya Terpilih Jadi 1 dari 4 Kampus Dunia di Proyek Global GIPE++ 2026 Didanai Jerman

6/20/2026 12:00:00 AM



Jakarta - Mahasiswa memiliki berbagai kesempatan untuk mengembangkan pengalaman akademik selama menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Salah satunya melalui keterlibatan dalam proyek kolaborasi internasional yang mempertemukan peserta dari berbagai negara.


Kesempatan tersebut diperoleh delegasi Unika Atma Jaya (UAJ) melalui program GIPE++ 2026 (Global Interdisciplinary Project Experience). Dalam program ini, UAJ menjadi satu dari empat universitas yang terlibat dalam proyek kolaboratif internasional yang didanai oleh DAAD (Deutscher Akademischer Austauschdienst) atau German Academic Exchange Service, yang merupakan lembaga pertukaran akademik Jerman yang merupakan salah satu pemberi hibah akademik bergengsi di dunia.


UAJ bergabung bersama Universidad Católica San Pablo, Namibia University of Science and Technology (NUST), dan Westfälische Hochschule. Dalam program ini, UAJ mengirimkan satu dosen dari Program Studi Teknik Elektro, Dr. Nova Eka Budiyanta, S.Pd., M.Pd., M.T., yang bertugas sebagai Stream Lead. Selain itu, UAJ juga mengirimkan lima mahasiswa, yang terdiri atas tiga mahasiswa dari Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi (FBTI) UAJ, yaitu Ryan Gunawan, Citra Amalia Lestari, dan Stephan Hardy Darmawan, serta dua mahasiswa dari Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial (FBIS), yaitu Ayuri Lintang Putri dan Seraphita Katryel Amaris.




Dalam GIPE++ 2026, para peserta bekerja sama untuk merancang solusi atas permasalahan Sustainable Land Management di Distrik Quilca, Peru. Wilayah pertanian tersebut menghadapi tantangan berupa tingginya kadar garam pada sumber air dan degradasi lahan yang berdampak pada aktivitas pertanian masyarakat setempat.


Sebelum mengikuti kegiatan secara langsung, peserta terlebih dahulu menjalani fase kolaborasi daring bersama mahasiswa dari berbagai negara. Di pertengahan proyek, tim dilibatkan mengikuti Spring School GIPE++ 2026 yang berlangsung selama dua minggu, yaitu pada 26 April hingga 9 Mei 2026 di Westfälische Hochschule, Jerman.


Selama program berlangsung, mahasiswa UAJ terlibat dalam berbagai bidang pekerjaan sesuai latar belakang keilmuan masing-masing. Ryan dan Ayuri bergabung dalam tim pengembangan sistem monitoring lingkungan, pengolahan data, serta analisis geospasial menggunakan Google Earth Engine. Sementara itu, Seraphita dan Stephan berfokus pada analisis permasalahan sosial-ekonomi sektor pertanian sebagai dasar penyusunan rekomendasi proyek. Di sisi lain, Citra berperan sebagai meeting manager sekaligus mengembangkan basis data lingkungan dan mengolah data satelit.




Pada tahap berikutnya, Ryan dan Citra berkolaborasi mengembangkan sistem monitoring terintegrasi untuk sektor pertanian yang mencakup pemantauan kualitas air, kualitas tanah, dan penggunaan air. Ayuri melanjutkan perannya di bidang komunikasi, Seraphita mengembangkan solusi bisnis dan pertanian berkelanjutan bagi masyarakat Quilca, sedangkan Stephan merancang konsep platform digital yang dapat menghubungkan petani, pemerintah daerah Peru, dan para pemangku kepentingan terkait.


Selain kegiatan akademik, peserta juga memperoleh pengalaman lintas budaya selama berada di Jerman. Berbagai kegiatan seperti International Day, kunjungan ke museum, hingga aktivitas bersama peserta dari negara lain menjadi bagian dari rangkaian program tersebut.




Keterlibatan dalam GIPE++ 2026 menjadi salah satu bentuk komitmen UAJ dalam memperluas pengalaman internasional bagi mahasiswa serta mendorong kolaborasi lintas disiplin dan lintas negara. Hasil proyek ini direncanakan akan diserahkan kepada Pemerintah Distrik Quilca pada Agustus 2026 sebagai bagian dari implementasi solusi yang telah dikembangkan selama program berlangsung.


(DEL)