
Jakarta – Sebanyak 105 guru dan karyawan SMA Kolese Loyola Semarang mengunjungi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (UAJ) pada Jumat, (3/7) di Gedung Yustinus Lantai 14, Kampus Semanggi. Pertemuan ini menjadi ajang berbagi pengalaman antara kedua institusi pendidikan. Kunjungan tersebut mengangkat tema peningkatan daya saing sekolah, kualitas pembelajaran dan pelayanan, pengelolaan sarana dan prasarana, hingga campus branding.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Sekretaris Yayasan Atma Jaya, Christophorus Pungky Putranto, yang menyampaikan bahwa pertemuan ini merupakan bagian dari upaya pengembangan pendidikan di Indonesia. "Melalui dialog kita dapat menghadapi tantangan dunia yang semakin kompleks. Kami percaya bahwa daya saing yang sesungguhnya lahir bukan karena kita mengalahkan institusi lain, melainkan karena kita ingin memberikan pelayanan yang semakin baik kepada peserta didik dan masyarakat," ujarnya.

Sementara itu, Perwakilan SMA Kolese Loyola Semarang Rm.J. Moerti Yoedho Koesoemo, S.J menyampaikan rasa syukur dan tujuan kedatangan SMA Kolese Loyola. ”Kami bersyukur dapat diberi kesempatan dan disambut di Unika Atma Jaya. Kami ingin mempersiapkan putra-putri kami di dalam proses pembelajaran agar mampu memasuki perguruan tinggi, lewat bantuan akademik maupun sarana-prasarana. Harapannya lewat pembelajaran disini kami dapat terapkan dalam tugas sehari-hari,” ungkapnya.
Memasuki sesi paralel, SMA Kolese Loyola dibagi menjadi kelompok guru dan karyawan. Pada kelompok guru, materi dijelaskan oleh Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Sumber Daya Manusia, Dr. Yohanes Eko Adi Prasetyanto, S.Si, yang menegaskan bahwa penelitian menjadi inti dari kegiatan akademik di UAJ. "Core dari sebuah pembelajaran, core dari sebuah kegiatan akademik, itu adalah penelitian. Kenapa? Karena kita producing knowledge," jelasnya.

Lebih lanjut, Eko turut memaparkan berbagai fasilitas pendukung pembelajaran seperti penerapan kurikulum Outcome Based Education (OBE), program Future Ready Series, akses gratis mahasiswa ke platform Coursera, serta digitalisasi layanan administrasi akademik dan kepegawaian di UAJ.
Di sisi lain, pada kelompok karyawan, materi diisi oleh Kepala Biro Sumber Daya Manusia, Antonius Eko Andriyanto yang membahas konsep pelayanan prima (service excellence) melalui pendekatan RATER (Reliability, Assurance, Tangible, Empathy, dan Responsiveness). Selain itu, ia juga menyoroti lima kesenjangan (gap) yang kerap menghambat penerapan pelayanan prima di institusi pendidikan, mulai dari kesenjangan pemahaman terhadap ekspektasi pelanggan, ketidakjelasan Standar Operasional Prosedur (SOP), beban operasional staf, hingga janji yang tidak sesuai dengan kenyataan di lapangan.

Menutup sesi paralel, Kepala Bidang Kemahasiswaan Fakultas Bisnis dan Ilmu Sosial (FBIS), Dr. Satria Kusuma Fajar Mahardika, S.Sos., M.Si., mengangkat topik pentingnya konsistensi antara citra institusi dengan pengalaman nyata yang dirasakan siswa dan orang tua. Ia menegaskan bahwa reputasi institusi pendidikan harus dirawat secara berkelanjutan melalui evaluasi rutin di berbagai lini, mulai dari akademik, inovasi, kerja sama, hingga kepuasan siswa, dan tidak hanya mengandalkan promosi.
Lebih lanjut, Satria mencontohkan penerapan digitalisasi layanan di UAJ, seperti Student Service Center (SSC) untuk menampung keluhan mahasiswa, sekaligus mengingatkan bahwa branding tanpa pelayanan yang konsisten hanya akan berujung pada kekecewaan, sementara pelayanan prima tanpa branding yang baik pun tidak akan terlihat oleh publik.

Melalui kunjungan ini, Unika Atma Jaya dan SMA Kolese Loyola Semarang berharap dapat terus bekerja sama untuk mengembangkan kualitas pelayanan, baik dalam pengembangan pendidikan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia, maupun pembentukan generasi muda yang berkarakter dan siap menghadapi masa depan.
(STV)