
Jakarta - Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya (Unika Atma Jaya) kembali menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan berkelanjutan dengan menjadi tuan rumah acara IGCN Annual Members Gathering 2026 yang diselenggarakan oleh UN Global Compact Network Indonesia (IGCN) yang berlangsung di Ballroom Yustinus Lt 15, Kampus Semanggi (2/6).
Mengusung tema “Driving Innovation from Within: Enabling Scalable Impact”, kegiatan ini mempertemukan anggota IGCN, pemimpin perusahaan, praktisi keberlanjutan, inovator muda, akademisi, organisasi masyarakat sipil, dan mitra strategis untuk memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pencapaian tujuan realisasi Sustainable Development Goals (SDGs).
Kegiatan tahunan ini menjadi wadah bagi berbagai pemangku kepentingan untuk berbagi praktik baik, memperkuat jejaring kolaborasi, serta mendorong lahirnya inovasi yang mampu menghasilkan dampak berkelanjutan dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Indonesia. Melalui implementasi Sepuluh Prinsip UN Global Compact yang mencakup Hak Asasi Manusia, Ketenagakerjaan, Lingkungan Hidup, dan Anti-Korupsi, sektor swasta didorong untuk mengintegrasikan prinsip keberlanjutan ke dalam strategi dan operasional bisnis mereka.
Rektor Unika Atma Jaya sekaligus Anggota Dewan Penasihat IGCN, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K), dalam sambutan pembukaannya menyampaikan bahwa tema yang diangkat sejalan dengan komitmen Unika Atma Jaya dalam mendorong inovasi dan menciptakan dampak nyata bagi masyarakat.

“Kami merasa terhormat dapat menjadi tuan rumah kegiatan ini. Tantangan pembangunan berkelanjutan hanya dapat diatasi melalui kolaborasi yang kuat antara akademisi, pemerintah, industri, masyarakat sipil, dan mitra internasional. Melalui kerja sama tersebut, gagasan dapat diubah menjadi solusi nyata yang bermanfaat bagi bangsa dan generasi mendatang,” ujar Yuda.
Presiden IGCN, Y.W. Junardy, menegaskan bahwa keberhasilan sustainability tidak hanya ditentukan oleh strategi dan target yang ditetapkan perusahaan, tetapi juga oleh kemampuan organisasi dalam memberdayakan talenta, membangun budaya inovasi, dan menciptakan solusi yang dapat diimplementasikan secara luas.

“Melalui Annual Members Gathering 2026, kami ingin menunjukkan bahwa dampak yang lebih besar dapat dimulai dari dalam perusahaan itu sendiri. Transformasi menuju keberlanjutan harus mampu bergerak dari prinsip menuju praktik nyata yang memberikan manfaat bagi bisnis maupun masyarakat,” ungkap Junardy.
Dalam kesempatan tersebut, IGCN juga memaparkan arah strategis organisasi tahun 2026 yang berfokus pada empat pilar utama, yaitu member-centric value creation, platform-based collective action, institutional credibility and governance, serta digital tools innovation. Keempat pilar ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas anggota dalam menghadapi tantangan keberlanjutan yang semakin kompleks sekaligus menciptakan nilai jangka panjang.
UN Resident Coordinator di Indonesia, Gita Sabharwal, turut menyoroti pentingnya keberlanjutan sebagai faktor strategis yang semakin memengaruhi daya saing investasi dan tata kelola perusahaan. Menurutnya, keberlanjutan tidak lagi dipandang sebagai aspek kepatuhan semata, melainkan bagian penting dalam penciptaan nilai jangka panjang dan pengambilan keputusan investasi.

Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah pengenalan SDG Innovation Accelerator for Young Professionals (SDGI) 2026 Cohort, program global UN Global Compact yang membekali profesional muda dengan keterampilan dan pendekatan inovatif untuk mengembangkan solusi atas berbagai tantangan keberlanjutan di perusahaan. Sebanyak 18 perusahaan anggota turut menampilkan berbagai inovasi dan solusi keberlanjutan melalui area showcase dan booth yang memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung implementasi berbagai inisiatif terkait lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG).
Partisipasi Unika Atma Jaya sebagai tuan rumah IGCN Annual Members Gathering 2026 menegaskan peran aktif perguruan tinggi dalam mendorong agenda pembangunan berkelanjutan melalui penguatan kolaborasi lintas sektor. Melalui keterlibatan akademisi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat, Unika Atma Jaya terus berkontribusi dalam menciptakan solusi inovatif yang memberikan dampak positif bagi Indonesia dan komunitas global.
(BRI)