Unika Atma Jaya Perkuat Akses Air Bersih, Kesehatan, dan Pendidikan di Sumba

11/6/2026 12:00:00 AM



Unika Atma Jaya memaparkan hasil pendampingan masyarakat Desa Bila Cenge, Kecamatan Kodi Utara, Kabupaten Sumba Barat Daya, Nusa Tenggara Timur, dalam kegiatan yang berlangsung pada Selasa (27/10) di Stasi St. Stefanus Huma, Paroki St. Paulus Ande Ate. Program bertajuk “Bersama Membangun Desa Sehat, Cerdas, dan Mandiri di Sumba Barat Daya” ini berlangsung selama tiga tahun sejak 2024 hingga 2026 dengan melibatkan sivitas akademika lintas disiplin untuk mendukung pemenuhan kebutuhan masyarakat sekaligus mengembangkan kapasitas lokal.

Pemenuhan kebutuhan air bersih menjadi salah satu fokus pendampingan Unika Atma Jaya melalui pembangunan sumur bor sedalam sekitar 70 meter yang didukung sistem energi surya tanpa baterai. Ir. Sandra Octaviani B. Widiarto, M.T., dan Ir. Enny Widawati, M.T., IPU, menjelaskan pembangunan fasilitas tersebut sebagai bagian dari upaya penyediaan akses air bersih bagi warga. Air dari sumur tersebut dimanfaatkan untuk kebutuhan sehari-hari, seperti mandi, memasak, dan minum, sekaligus menunjang kegiatan produktif masyarakat di bidang pertanian, peternakan, dan budi daya ikan.

Di bidang pendidikan, Dr. Luciana, M.Ed., dan Christina Eli Indriyani, M.Hum., bagian dari tim pendamping, menjelaskan tahapan pendampingan selama tiga tahun yang melibatkan sekolah dan guru. Pada tahun pertama, kegiatan diarahkan pada peningkatan kesadaran warga sekolah terhadap kebersihan lingkungan dan kesehatan anak, termasuk melalui pembiasaan membuang sampah pada tempatnya, memilah sampah, serta menerapkan pengelolaan sampah sederhana. Tahun kedua difokuskan pada penguatan literasi dan penyusunan modul pembelajaran bersama guru, sementara tahun ketiga diarahkan pada peningkatan kompetensi pedagogik guru, termasuk persiapan menghadapi Pendidikan Profesi Guru (PPG). Perkembangan pendampingan terlihat dari upaya sekolah mempertahankan kebiasaan hidup bersih, pemanfaatan modul literasi sebagai sumber belajar, serta peningkatan pemahaman guru dalam merancang pembelajaran.

Di bidang kesehatan, pendampingan masyarakat dilaksanakan oleh Dr. dr. Linawati Hananta, Sp.FK, bersama tim Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan (FKIK) Unika Atma Jaya melalui berbagai kegiatan yang mencakup skrining kesehatan, edukasi gizi, pendekatan Positive Deviance, dan pemberdayaan masyarakat, termasuk pelatihan pengolahan telur pindang sebagai salah satu sumber protein lokal serta edukasi pencegahan pernikahan dini bagi remaja. Perhatian khusus juga diberikan pada kesehatan ibu dan anak melalui pendampingan bersama bidan desa sejak masa kehamilan hingga pemantauan tumbuh kembang. Dalam program ini, tim mendampingi 13 ibu dan memantau pertumbuhan anak-anak mereka, yang hingga 2026 seluruhnya tercatat tidak mengalami stunting. Hasil tersebut menjadi salah satu capaian yang perlu dijaga melalui pemantauan lanjutan bersama puskesmas, bidan desa, kader kesehatan, serta pemerintah desa.

Petrus Pati Dari, Kepala Desa Bila Cenge, menyampaikan hasil pendampingan Unika Atma Jaya menjadi salah satu bahan evaluasi pemerintah desa dalam menyusun program kerja lanjutan, sekaligus mengapresiasi penyediaan fasilitas air bersih yang telah membantu memenuhi kebutuhan warga. Ia berharap pendampingan tersebut dapat menjadi landasan bagi masyarakat dan pemerintah desa untuk melanjutkan berbagai inisiatif secara mandiri serta menjaga keberlanjutan manfaat program.

Pendampingan selama tiga tahun ini menjadi bagian dari kontribusi Unika Atma Jaya dalam mendukung pengembangan masyarakat berbasis kebutuhan lokal melalui kolaborasi antara perguruan tinggi, masyarakat, dan pemerintah desa. Berbagai inisiatif yang telah berjalan diharapkan dapat terus dikembangkan secara mandiri sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang.

(THE)