Unika Atma Jaya Kenalkan Sains dan Teknologi melalui Kuliah Umum dan Lokakarya bagi OMK dan WKRI Santo Servatius Kampung Sawah

10/12/2026 00:00:00

Kampus BSD, 10 Oktober 2026 — Pusat Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi (FBTI) Unika Atma Jaya, bersama Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIK) Sint Carolus, menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) berupa kuliah umum dan lokakarya bagi Orang Muda Katolik (OMK) dan Wanita Katolik Republik Indonesia (WKRI) Gereja Santo Servatius, Kampung Sawah, Bekasi. Kegiatan ini diikuti oleh 28 peserta dari Gereja Santo Servatius dan dua mahasiswa STIK Sint Carolus.


Rangkaian kegiatan dipandu oleh Ibu Birgitta Narindri Rara Winayu, Ph.D. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pengenalan Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi (FBTI) Unika Atma Jaya beserta program-program studinya yang disampaikan oleh Ibu Dr. Stefani Prima Dias Kristiana, S.T., M.Sc. selaku Sekretaris FBTI Unika Atma Jaya.

Selanjutnya, peserta mengikuti dua sesi kuliah umum. Sesi pertama membahas materi “Gizi dan Pola Makan Sehat bagi Orang Muda” yang disampaikan oleh Bapak Aloysius Prima C. M., S.T.P., M.Sc., dosen STIK Sint Carolus. Sesi kedua membahas materi “Mengenal Higienitas dan Keamanan Pangan” yang disampaikan oleh Ibu Diana Lestari, S.Gz., M.Si., dosen FBTI Unika Atma Jaya.


Setelah sesi kuliah umum, kegiatan dilanjutkan dengan lokakarya yang dilaksanakan secara paralel dalam dua kelompok. Peserta mengikuti praktik pembuatan tempe yang dipandu oleh Bapak Dr. Adi Yulandi, S.Si., M.T. serta praktik pembuatan yogurt yang dipandu oleh Bapak Theodorus Eko Pramudito, Ph.D., keduanya dosen FBTI Unika Atma Jaya.

Ketua pelaksana kegiatan, Ibu Griselda Herman Natadiputri, S.Si., M.Si., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Unika Atma Jaya untuk mendekatkan sains kepada masyarakat. “Melalui kuliah umum dan lokakarya ini, kami ingin menunjukkan bahwa sains sangat dekat dengan kehidupan sehari-hari, mulai dari gizi dan keamanan pangan hingga proses pembuatan tempe dan yoghurt. Kami berharap para peserta, khususnya orang muda, semakin tertarik untuk mendalami bidang sains dan teknologi,” ujarnya.

Melalui rangkaian kegiatan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai gizi, pola makan sehat, higienitas, dan keamanan pangan, tetapi juga mendapatkan pengalaman praktis dalam pengolahan pangan melalui pembelajaran yang edukatif dan aplikatif.
Kegiatan ditutup dengan makan siang dan ramah tamah, kemudian dilanjutkan dengan foto bersama seluruh peserta dan tim pelaksana sebagai penutup rangkaian kegiatan PkM.