
Jakarta - Dua mahasiswa disabilitas rungu (tuli) Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya menjadi narasumber dalam Mini Workshop BISA Kenal BISINDO yang diselenggarakan Unit layanan disabilitas (ULD). Kegiatan yang diselenggarakan di Kampus Semanggi pada Rabu (1/7) dan Kampus BSD pada Jumat (3/7) ini memperkenalkan Bahasa Isyarat Indonesia (Bisindo) dan budaya tuli sebagai upaya mendukung terwujudnya lingkungan kampus yang lebih inklusif.
Ridho Yulio Rahmadino, mahasiswa dari Program Studi Ilmu Komunikasi dan Aditya Gerry Oktora, mahasiswa dari Program Studi Akuntansi membagikan pengalaman sekaligus memperkenalkan Bisindo. Melalui kegiatan ini para peserta mempelajari berbagai materi dasar bahasa Bisindo, mengenal budaya tuli, mempelajari alfabet dalam bahasa isyarat, serta mengikuti berbagai permainan interaktif untuk mempraktikkan penggunaan Bisindo dalam kehidupan sehari-hari.
Mini Workshop dibuka oleh Laurensia Harini Tunjungsari, M.psi., Psikolog. selaku Koordinator Bidang Program ULD sekaligus fasilitator. Laurensia berharap mahasiswa bisa berjalan bersama dalam membangun pemahaman akan pentingnya inklusivitas untuk menciptakan lingkungan belajar yang saling mendukung.

“Hari ini, teman-teman telah belajar tentang inklusifitas terutama bersama teman-teman disabilitas rungu. Diharapkan setelah acara ini, teman-teman akan lebih siap untuk mendampingi teman-teman penyandang disabilitas di lingkungan kampus,” jelasnya
Disisi lain, Ridho selaku narasumber mengapresiasi antusiasme mahasiswa untuk mempelajari Bisindo melalui keikutsertaan dalam workshop ini. Ia juga berpesan untuk penyebaran informasi terkait Bisindo sebaiknya dilakukan melalui konsultasi dengan teman-teman Tuli.

“Kami sangat berterimakasih atas keinginan teman-teman untuk belajar dan berkomunikasi menggunakan Bisindo. Jika teman-teman ingin menyebarkan konten atau materi terkait Bisindo akan sangat bagus, namun perlu diingat untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan teman-teman tuli agar pesan yang disampaikan benar”, jelasnya.
Sejalan dengan Ridho, Gerry mengapresiasi antusiasme peserta dalam mempelajari Bisindo. Menurutnya, kemauan untuk membangun komunikasi lebih penting daripada rasa takut membuat kesalahan.

“Teman-teman jangan terlalu takut menggunakan Bisindo karena belum hafal semua atau sempurna. Karena yang terpenting adalah kita sama-sama paham maksud yang ingin disampaikan dan mau untuk terus belajar,” tuturnya.
ULD Unika Atma Jaya merupakan unit yang berfokus memberikan layanan pendampingan dan dukungan bagi civitas akademika yang berkebutuhan khusus atau mengalami kondisi disabilitas. Selain layanan pendampingan, ULD juga menyelenggarakan berbagai program edukasi untuk membangun lingkungan belajar yang inklusif.
Workshop ini menjadi upaya ULD untuk meningkatkan pemahaman dan mendorong komunikasi yang lebih inklusif dengan teman-teman tuli di lingkungan kampus. Dengan semakin banyak mahasiswa mengenal Bisindo dan budaya tuli, diharapkan lingkungan belajar semakin ramah bagi semua.
(CHA)