Unika Atma Jaya Tanamkan Budaya Keberlanjutan kepada Civitas Akademika melalui Penggunaan Transportasi Umum

07/22/2026 00:00:00



Jakarta - Kemacetan di Jakarta belum juga terurai. Dilansir dari Kompas.com, salah satu penyebabnya adalah tingginya mobilitas komuter dari wilayah penyangga. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung Wibowo menyebut sekitar 3,5 juta hingga 4 juta orang masuk ke ibu kota setiap pagi untuk bekerja, lalu kembali ke daerah asal pada sore atau malam hari.

Merespons tantangan tersebut, Unika Atma Jaya (UAJ) terus memperkuat komitmennya terhadap keberlanjutan dengan mendorong penggunaan transportasi publik dalam aktivitas sehari-hari. Komitmen itu diperkenalkan kepada karyawan baru melalui  rangkaian orientasi di Gedung K2, Kampus Semanggi, (15/7), yang mengedepankan pengalaman mobilitas berkelanjutan. 


Dalam orientasi tersebut, para karyawan baru diajak mengunjungi tiga kampus Unika Atma Jaya, yakni Kampus Semanggi, Pluit, dan BSD. Perjalanan antarkampus dilakukan menggunakan layanan Transjakarta sebagai bentuk pengalaman langsung memanfaatkan transportasi publik yang aman, nyaman, dan ramah lingkungan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya UAJ  untuk mengenalkan akses dan pemanfaatan transportasi publik kepada karyawan baru sejak awal bergabung. Sejalan dengan hal tersebut, Unika Atma Jaya melalui Fakultas Hukum juga tengah menjalin kerja sama dengan Transjakarta yang berawal dari program TopTour Transjakarta. Kini, kolaborasi tersebut terus dikembangkan melalui berbagai inisiatif pemanfaatan transportasi publik di lingkungan kampus.

Kepala Biro Badan Sumber Daya Manusia (BSDM) UAJ, Antonius Eko Andriyanto, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan agar setiap karyawan memahami karakteristik dan fungsi masing-masing kampus sekaligus mengenal ekosistem UAJ secara menyeluruh.


"Hari ini Bapak-Ibu akan berkeliling ke kampus-kampus yang bukan menjadi lokasi kerja Bapak-Ibu. Supaya kita semua mengenal area dan lingkungan di seluruh UAJ. Penggunaan Transjakarta dalam mobilitas antarkampus bukan sekadar pilihan transportasi, tetapi juga menjadi bagian dari pembentukan budaya kerja yang mendukung prinsip keberlanjutan," ujar Anton.

Sementara itu, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Sumber Daya Manusia UAJ, Dr. Yohanes Eko Adi Prasetyanto, S.Si., menegaskan bahwa keberlanjutan menjadi salah satu fondasi penting dalam pengembangan universitas, termasuk dalam setiap kebijakan dan aktivitas yang dilakukan.


"Kita menjalankan berbagai program dalam konteks sustainability untuk mendukung keberadaan dan eksistensi UAJ saat ini maupun di masa depan. Keberlanjutan bukan hanya berkaitan dengan lingkungan, tetapi juga tentang bagaimana seluruh civitas akademika bersama-sama menjaga keberlangsungan institusi melalui budaya kerja yang profesional, peduli, dan berorientasi pada masa depan," ungkap Eko.

Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen Unika Atma Jaya dalam membangun budaya kampus yang berkelanjutan, sekaligus mendorong civitas akademika untuk berperan aktif menciptakan mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

(DEL)