
Jakarta - Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi salah satu komitmen perguruan tinggi dalam menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penandatangan Nota Kesepahaman (MoU) Tridharma Perguruan Tinggi antara Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya dengan Pemerintah Provinsi Papua Selatan yang berlangsung di BINUS @Alam Sutera, Sabtu (22/8). Bersama BINUS University dan Universitas 17 Agustus 1945 Jakarta, UAJ siap menjadi bagian dalam penguatan SDM di Papua Selatan melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
Pentingnya kolaborasi dalam penguatan pendidikan juga ditegaskan oleh Rektor Unika Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S(K). Ia menegaskan pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Menurutnya, upaya tersebut membutuhkan kolaborasi dari berbagai pemangku kepentingan.

“Menuntaskan kemiskinan ini adalah pendidikan. Jadi, apa pun nanti ke depan, mari kita jalan bersama untuk memajukan pendidikan, khususnya di Papua Selatan,” ujar Rektor Unika Atma Jaya.
Melalui sinergi dengan pemerintah daerah, Unika Atma Jaya dapat mengarahkan pengetahuan dan sumber daya yang dimiliki untuk menjawab kebutuhan masyarakat. Melalui kerangka Tridharma Perguruan Tinggi, universitas dapat turut memperluas akses pendidikan bagi pemuda di Papua Selatan. Sementara dalam bidang penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, hasil riset dapat dikembangkan untuk memberdayakan masyarakat sekaligus menghadirkan solusi atas berbagai persoalan di daerah setempat.

Gubernur Papua Selatan, Prof. Dr. Ir. Apolo Safanpo, S.T., M.T., melihat sinergi ini sebagai sebuah peluang untuk memperkuat pengembangan SDM. Menurutnya, perguruan tinggi memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan SDM sesuai dengan keunggulan dan kebutuhan daerah. “Kalau kita bekerja sama dan berkolaborasi untuk meningkatkan kompetensi-kompetensi di daerah dengan para akademisi dari perguruan tinggi, maka daerah itu akan maju,” ujarnya.
Lebih Lanjut, Gubernur juga menjelaskan bahwa kondisi Papua Selatan saat ini masih berupaya mengejar ketertinggalan pembangunan dari daerah lain sehingga menurutnya peningkatan kapasitas dan kompetensi SDM perlu menjadi perhatian bersama. Ia juga berharap bahwa masyarakat juga mampu memanfaatkan perkembangan teknologi dan industri untuk peningkatan kualitas diri.

“Kalau kita tidak upgrade kapasitas kita, tidak meningkatkan kualitas dan kualifikasi kita, kompetensi kita, maka kita akan ketinggalan,” ujar Gubernur Papua Selatan.
Keterlibatan UAJ dalam kolaborasi ini menjadi bentuk komitmen universitas dalam mendukung pembangunan daerah melalui pertukaran pengetahuan, pengembangan kompetensi, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Diharapkan berbagai sinergi yang dijalankan dapat memberikan lebih banyak dampak dan kesempatan bagi masyarakat untuk memperoleh pendidikan dan mengembangkan potensi diri.
(CHA)