
Jakarta – Program Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris Fakultas Pendidikan dan Bahasa Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya kembali menghasilkan penelitian yang berkontribusi pada pengembangan pembelajaran bahasa di Indonesia. Melalui sidang promosi doktor yang diselenggarakan pada Selasa (28/7) di Aula Gedung Djajaseputra, Kampus Semanggi, Unika Atma Jaya, Dini Hidayati berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Translanguaging Classroom Discourse Analysis: Meaning-Making and Enjoyment in a Speaking Task.
Sidang promosi doktor dipimpin oleh Dekan Fakultas Pendidikan dan Bahasa (FPB) Unika Atma Jaya, Dr. Yoseph Pedhu, C.P., M.A., R.P., sebagai Ketua Sidang, dengan Promotor Prof. Dr. Setiono Sugiharto, M.Hum. dan Ko-Promotor Dr. Luciana, M.Ed. Tim penguji terdiri atas Prof. Dr. phil. Saiful Akmal, S.Pd., M.A. sebagai penguji eksternal, serta Prof. Christine Manara, Ph.D. dan Dr. Engliana, M.Hum. sebagai penguji internal.
Penelitian Dini berangkat dari semakin berkembangnya penggunaan pendekatan translanguaging dalam pembelajaran bahasa, yaitu praktik pedagogis yang memungkinkan peserta didik memanfaatkan seluruh repertoar bahasa mereka untuk membangun makna dan berkomunikasi secara lebih efektif. Meskipun telah diakui bernilai dalam konteks multilingual, kajian mengenai penggunaannya dalam interaksi kelas yang alami serta kaitannya dengan pengalaman belajar yang menyenangkan masih relatif terbatas. Untuk menjawab kesenjangan tersebut, Dini meneliti bagaimana translanguaging membantu proses meaning-making sekaligus memengaruhi Foreign Language Enjoyment (FLE) mahasiswa.

Berdasarkan analisis interaksi kelas yang didukung oleh data kuesioner, dokumentasi visual, dan wawancara, penelitian ini menemukan bahwa translanguaging membantu mahasiswa membangun pemahaman secara kolaboratif, mengembangkan ide, serta berpartisipasi lebih aktif dalam kegiatan berbicara. Temuan tersebut menunjukkan bahwa translanguaging bukan sekadar strategi pergantian bahasa, melainkan pendekatan yang mendukung proses belajar bahasa Inggris secara lebih menyeluruh.
Menurut Prof. Dr. Setiono Sugiharto, M.Hum., temuan tersebut memperlihatkan bahwa translanguaging memiliki peran yang lebih luas daripada sekadar praktik pergantian bahasa dalam kelas. “Penelitian ini menunjukkan bahwa translanguaging merupakan sumber daya pedagogis yang memungkinkan mahasiswa membangun pemahaman secara kolaboratif serta menciptakan pengalaman belajar bahasa Inggris yang lebih bermakna dan menyenangkan,” ujarnya.

Selain mendukung proses pembentukan makna, penelitian ini juga menemukan bahwa praktik translanguaging membantu meningkatkan rasa percaya diri mahasiswa, mengurangi tekanan saat berkomunikasi, memperkuat hubungan antar peserta didik, serta memberikan ruang yang lebih luas untuk mengekspresikan ide dalam diskusi berbahasa Inggris. Temuan ini menunjukkan bahwa pembentukan makna dan pengalaman menikmati pembelajaran bahasa asing bukanlah dua hal yang terpisah, melainkan saling memperkuat dalam interaksi kelas yang kolaboratif.
Melalui penelitian ini, Program Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris Unika Atma Jaya kembali menunjukkan kontribusinya dalam menghasilkan riset yang relevan dengan tantangan pendidikan bahasa di Indonesia. Temuan Dini Hidayati diharapkan dapat menjadi rujukan bagi pendidik dan peneliti dalam mengembangkan praktik pembelajaran bahasa Inggris yang lebih inklusif, partisipatif, dan bermakna di tengah masyarakat yang semakin multilingual.
(THE)