TEMILNAS APSIFOR 2026

10/1/2026 12:00:00 AM


Psikologi forensik merupakan cabang ilmu psikologi yang menerapkan sains dan praktik psikologi dalam sistem hukum dan peradilan. Di Indonesia, Asosiasi Psikologi Forensik (Apsifor) yang merupakan satu-satunya wadah perkumpulan praktisi, peneliti dan dosen psikologi dengan memiliki minat yang sama dalam pengembangan ilmu dan praktik psikologi forensik. Saat ini APSIFOR semakin mendapat perhatian dan kontribusinya dianggap penting untuk dilibatkan dalam proses penegakan hukum dan keadilan, seiring dengan kompleksitas kasus dan kebutuhan peran psikologi forensik. Saat ini masyarakat Indonesia khususnya ilmuwan dan praktisi hukum tengah dalam pembicaraan hangat tentang perubahan sistem hukum di Indonesia seiring dengan akan diberlakukannya KUHP yang baru pada tahun 2026 serta sedang dibahas Rancangan Kitab Undang-undang Acara Pidana (KUHAP). Pemberlakuan KUHP dan KUHAP yang baru ini akan memberikan warna dan orientasi penegakan hukum, mengingat KUHP yang berlaku saat ini dinilai kurang cocok dengan kondisi masyarakat sekarang dan dianggap sebagai warisan Hindia Belanda bukan produk Indonesia. Kehadiran aturan-aturan ini bukan hanya sekadar pembaruan normatif, tetapi juga membawa nuansa baru dalam cara masyarakat memahami dan menjalankan hukum.

Dalam konteks ini, peran ilmu penunjang seperti Psikologi Forensik menjadi semakin relevan dan strategis. Psikologi Forensik hadir sebagai disiplin ilmu yang bertujuan membantu proses penegakan hukum dengan memberikan wawasan mendalam terkait aspek psikologis pelaku, korban, maupun saksi dalam sebuah kasus hukum. Namun, tantangan utama yang masih ada adalah bagaimana membangun komunikasi yang efektif antara para penegak hukum seperti seperti hakim, jaksa, polisi, dan pengacara, dengan komunitas psikologi forensik. Tanpa sinergi yang baik, potensi besar dari ilmu ini sulit dimaksimalkan untuk menciptakan sistem hukum yang lebih adil, transparan, dan berorientasi pada keadilan. Melalui kegiatan Temu ilmiah Nasional ini, Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR) ingin mengambil langkah awal untuk menjadi jembatan antara dua dunia ini, sekaligus menguatkan peran penting Psikologi Forensik dalam sistem hukum yang sedang berkembang di Indonesia.

Untuk itu dalam Temu Ilmiah Nasional (TEMILNAS) XV Asosiasi Psikologi Forensik (APSIFOR), Pengurus Pusat APSIFOR bekerja sama dengan Fakultas Psikologi Universitas Katolik Atma Jaya, kami berharap kegiatan TEMILNAS APSIFOR ini dapat menjadi titik temu, sarana komunikasi antara praktisi dan akademisi psikologi forensik, aparat penegak hukum, tokoh masyarakat, mahasiswa dan semua peminat psikologi untuk bersinergi dan berkomunikasi tentang aplikasi Psikologi forensik yang terintegrasi dengan kesehatan mental dan kearifan budaya. Pada akhirnya, psikologi forensik di Indonesia dapat terus maju dan berkembang.

Tujuan

01
Menjadi sarana penguatan peran ilmu dan praktik Psikologi Forensik di Indonesia menghadapi perubahan sistem hukum pidana.
02
Menjadi sarana komunikasi, sharing pengalaman antara praktisi, peneliti, akademisi Psikologi Forensik dan stakeholder terkait terutama aparat penegak hukum di Indonesia
03
Menjadi sarana pengembangan minat terkait psikologi forensik dan aplikasinya bagi masyarakat secara umum

Keunggulan Acara

Membahas implementasi KUHP Baru dan perkembangan KUHAP di Indonesia
Menghadirkan pakar psikologi forensik dan hukum nasional
Wadah kolaborasi akademisi, praktisi, dan aparat penegak hukum
Kesempatan publikasi hasil penelitian melalui Call for Papers
Fokus pada perlindungan anak dan kelompok rentan dalam sistem peradilan

Rangkaian Acara

Temu Ilmiah Nasional APSIFOR XV mengangkat tema “Psikologi Forensik dalam Sistem Peradilan Baru di Indonesia: Optimalisasi Akses terhadap Keadilan bagi Anak & Kelompok Rentan”. Kegiatan diselenggarakan pada 6–7 November 2026 di Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Kampus Semanggi. Rangkaian acara meliputi Jalan-Jalan Forensik, workshop, keynote speech, simposium, dan presentasi paper hasil riset serta penanganan kasus.

HARI PERTAMA
Jumat, 6 November 2026
07.00 - 11.30 WIB

Jalan-Jalan Forensik di Museum Penanggulangan Terorisme Adhi Pradana, Sentul 

Jalan-Jalan Forensik APSIFOR
Narasumber
  1. Prof. Drs. Koentjoro, MBSc., Ph.D., Psikolog
  2. Perwakilan BNPT
Peserta
    Mahasiswa S1 (maksimal 50 peserta)
Biaya Registrasi
    Rp150.000 untuk pengganti transportasi dan konsumsi

DAFTAR SEKARANG 
Flyer Workshop Temu Ilmiah Nasional APSIFOR XV

Informasi Jadwal Workshop

TANGGAL
Jumat, 6 November 2026
WAKTU
08.00–16.00 WIB
BIAYA
Rp1.000.000 per workshop

Peserta hanya dapat mengikuti satu workshop karena seluruh workshop diselenggarakan secara paralel.

Workshop 1: Peran Psikologi Forensik dalam Pengungkapan Kasus Kematian

Peserta: Psikolog dan umum

Pemateri
  • Dra. Reni Kusumowardhani, M.Psi., Psikolog
  • Zera Mendoza, M.Psi., Psikolog

Workshop 2: Penanganan Anak Berkonflik Hukum

Sasaran Peserta: Psikolog dan umum (APH, LSM, Petugas Pemasyarakatan)

Pemateri
  • Prof. Dr. Yusti Probowati, M.Si., Psikolog
  • Dr. Fathul Lubabin Nuqul, Psikolog
  • Fitra Hermawandhika Wityanto, S.Psi., M.Sc.

Workshop 3: Investigasi Pengaduan Kekerasan di Setting Kerja dan Pendidikan

Sasaran Peserta: Psikolog dan Umum

Pemateri
  • Noridha Wening Sari, M.Psi., Psikolog
  • Dr. Theresia Indira Shanti, Psikolog
  • Vitria Lazzarini, M.Psi., Psikolog

DAFTAR SEKARANG 
HARI KEDUA
Sabtu, 7 November 2026
Temu Ilmiah Nasional: Keynote Speech dan Simposium
08.30 - 09.00 WIB

Pembukaan

Pengantar & Sambutan
  1. Ketua Umum PP APSIFOR
  2. Dekan Psikologi UNIKA ATMA JAYA
  3. Ketua Umum PP HIMPSI
  4. Rektor UNIKA ATMA JAYA
Keynote Speech 1 - Prof. Dr. Edward Omar Sharif Hiariej
09.30 - 11.00 WIB

Simposium 1: Psikologi Forensik dalam Sistem Peradilan Pidana

  1. Prof. Harkristuti Harkrisnowo, S.H., M.A., Ph.D. (Dosen Tetap FH Universitas Indonesia)
  2. Kombes Pol Eko Novan, S.I.K., M.H. (Kapolresta Samarinda)
  3. Erasmus Abraham Todo Napitupulu (Direktur Utama Institute for Criminal Justice Reform/ICJR)
  4. Dodik Setyo Wijayanto, S.H., M.H. (Hakim Yustisial Kamar Pidana Mahkamah Agung)
Moderator: Brigjen Pol. (P) Drs. Untung Leksono, Psikolog
11.00 - 12.30 WIB

Simposium 2: Psikologi Forensik sebagai Upaya Akses terhadap Keadilan

  1. Dr. iur. Asmin Fransiska, S.H., LL.M. (Dekan Fakultas Hukum Unika Atma Jaya)
  2. Dr. Livia Istania DF Iskandar, M.Sc., Psikolog (Co-Founder & Executive Director Yayasan PULIH; Wakil Direktur LPSK 2019–2024)
  3. Gita Noveritasari, S.Psi., M.H. (PK Ahli Madya pada Bapas Jakarta Barat)
Moderator: Dr. Maria Theresia Asti Wulandari, Psikolog (FPsi Atma Jaya)
Keynote Speech 2 - Veronika Tan
14.00 - 15.30 WIB

Simposium 3: Psikologi Forensik dalam Kasus Hukum Kelompok Rentan & Disabilitas terutama Anak & Ekstrimisme Kekerasan.

  1. Dr. Harla Octarra (Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya)
  2. Dr. dr. Natalia Widiasih Raharjanti, Sp.KJ(K), Sub Sp.For, Sp.Ked. (Kepala Seksi Psikiatri Forensik PDSKJI)
  3. AKBP Iskandar, S.I.K. (Kasat Reskrim Polres Jakarta Selatan)
  4. Dr. Arijani Lasmawati, M.Psi., Psikolog (PP APSIFOR)
Moderator: Letkol Helmi Pamungkas, M.Psi., M.Han., Psikolog
CALL FOR PAPERS

Presentasi Paper Hasil Riset & Penanganan Kasus

16.15 - 18.00 WIB
Call for Papers APSIFOR

Acara ini memberikan kesempatan kepada peneliti, praktisi, dan mahasiswa untuk mempresentasikan hasil riset serta penanganan kasus yang berkaitan dengan psikologi forensik dan hukum. Pemakalah dapat mengirimkan artikel untuk dipublikasikan di Jurnal APSIFOR atau Jurnal Atma Jaya.


DAFTAR SEKARANG