
Jakarta - Perubahan dunia yang semakin cepat dan kompleks menuntut kedalaman keahlian, kemampuan berpikir kritis, jejaring yang luas, serta kemampuan menghadirkan solusi bagi berbagai persoalan di masyarakat maupun di dunia kerja. Melanjutkan pendidikan ke jenjang Pascasarjana menjadi salah satu langkah untuk menjawab kebutuhan tersebut.
Semangat itulah yang menjadi bagian dari perjalanan mahasiswa baru Pascasarjana Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya melalui kegiatan Student Life Journey (SLJ) yang dilaksanakan di Kampus Semanggi, Sabtu (29/8). Kegiatan ini menjadi langkah awal bagi mahasiswa untuk memperdalam kepakaran dan kompetensi profesional, sekaligus membuka ruang kolaborasi yang mendorong kontribusi nyata bagi masyarakat. Melalui rangkaian pengenalan lingkungan akademik, nilai-nilai Unika Atma Jaya, serta ruang interaksi dan diskusi, mahasiswa diajak memahami peran mereka sebagai bagian dari komunitas Pascasarjana.
Membuka kegiatan tersebut, Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Sumber Daya Manusia, Dr. Yohanes Eko Adi Prasetyanto, S.Si., mengapresiasi semangat mahasiswa baru Pascasarjana dalam melanjutkan pendidikan. Menurutnya, keputusan untuk melanjutkan pendidikan dan memperdalam kepakaran menjadi langkah penting di tengah perubahan dunia yang berlangsung semakin cepat.

Ia menegaskan bahwa perjalanan akademik mahasiswa Pascasarjana tidak hanya berfokus pada penguasaan teori dan riset tingkat lanjut. Sebagai institusi pendidikan yang berlandaskan nilai inti KUPP (Kristiani, Unggul, Profesional, dan Peduli), Unika Atma Jaya juga mendorong mahasiswa untuk mengembangkan karakter dan menghadirkan dampak melalui keahlian yang dimiliki.
“Kami mengapresiasi semangat Ibu, Bapak, dan teman-teman untuk melanjutkan dan memperdalam kepakaran di tengah dunia yang terus berubah dan perubahannya semakin cepat. Kami berharap ruang kelas, laboratorium, dan forum-forum diskusi di kampus ini menjadi wadah untuk mengasah pemikiran kritis, memperluas jejaring, serta melahirkan solusi nyata bagi masyarakat dan industri,” jelasnya.
Sejalan dengan hal tersebut, salah satu mahasiswa Program Studi Magister Administrasi Bisnis (MAB), Dean, memaknai keunggulan tidak hanya sebagai pencapaian pribadi. Baginya, upaya untuk mengembangkan diri dan memberikan hasil terbaik perlu berjalan beriringan dengan kesadaran untuk menghadirkan manfaat bagi sesama dan lingkungan.

“Kita harus berupaya memberikan yang terbaik bukan hanya hasil bagi diri kita sendiri, tetapi juga memiliki dampak yang baik bagi sesama kita dan lingkungan di mana pun kita berada ataupun tempat kita bekerja,” tuturnya.
Ia juga menilai bahwa nilai Kristiani dalam KUPP menjadi dasar dalam memperlakukan sesama tanpa memandang perbedaan latar belakang. “Dalam praktik mengasihi sesama itu harus terlihat jelas dari bagaimana kita memperlakukan sesama kita, terlepas dari perbedaan karena kita semua berbeda, baik suku, kepercayaan, latar belakang, dan sebagainya,” tambahnya.
Melalui Inisiasi SLJ, mahasiswa Pascasarjana Unika Atma Jaya memulai perjalanan akademiknya dengan pemahaman bahwa proses pendidikan lanjutan tidak berhenti pada pencapaian intelektual dan profesional pribadi. Lebih dari itu, perjalanan tersebut menjadi ruang untuk memperdalam kepakaran, mengembangkan karakter, serta mempersiapkan kontribusi nyata bagi lingkungan, dunia kerja, dan kemajuan bangsa.
(CHA)