
JAKARTA – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan riset yang memberikan kontribusi bagi dunia pendidikan melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Jumat (17/7) di Aula Gedung Djajaseputra, Kampus Semanggi, Unika Atma Jaya.
Pada sidang tersebut, Tatu Zakiyatun Nufus, mahasiswa Program Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris Unika Atma Jaya, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Translanguaging Practices in Pesantren: A Design-Based Research on Multilingual English Teaching.
Sidang promosi doktor tersebut dipimpin oleh Prof. Christine Manara, Ph.D., Kepala Program Studi Doktor Linguistik Terapan Bahasa Inggris, selaku Ketua Sidang. Dalam forum tersebut, Dr. Anna Marietta da Silva, S.Pd., M.Hum. bertindak sebagai Promotor, didampingi oleh Ekarina, Ph.D. sebagai Ko-Promotor. Sementara itu, Prof. Sisilia Setiawati Halimi, Ph.D. hadir sebagai Penguji Eksternal, serta Prof. Dr. Setiono Sugiharto, M.Hum. dan Yanti, Ph.D. sebagai Penguji Internal.

Dalam disertasinya, Tatu mengangkat praktik transbahasa (translanguaging) sebagai pendekatan pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan pesantren. Penelitian ini berangkat dari realitas bahwa guru dan siswa menggunakan lebih dari satu bahasa, yakni bahasa Indonesia, bahasa Arab, dan bahasa Inggris, dalam proses belajar mengajar. Namun, praktik tersebut selama ini belum banyak dikembangkan sebagai strategi pedagogis yang dirancang secara sistematis.
Menggunakan pendekatan Design-Based Research (DBR), penelitian dilaksanakan selama lima bulan dengan melibatkan empat guru Bahasa Inggris dan 50 siswa kelas X di sebuah pesantren di Tangerang. Melalui serangkaian observasi kelas, workshops, refleksi guru, dan focus group discussion, penelitian ini menghasilkan prinsip-prinsip desain pembelajaran berbasis transbahasa yang dapat diterapkan pada lingkungan pendidikan multibahasa, khususnya pesantren.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan transbahasa mampu meningkatkan partisipasi siswa dalam pembelajaran, memperkuat pemahaman materi, serta meningkatkan kepercayaan diri siswa dalam menggunakan bahasa Inggris. Pendekatan ini juga mendorong kolaborasi antar guru dalam mengembangkan praktik pembelajaran yang lebih reflektif dan kontekstual.
Salah satu kebaruan penelitian ini terletak pada penyusunan prinsip-prinsip desain (design principles) pembelajaran transbahasa yang dirancang secara khusus untuk konteks pesantren. Prinsip-prinsip tersebut diharapkan dapat menjadi acuan bagi pendidik dalam mengembangkan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih inklusif, tanpa mengabaikan keberagaman bahasa yang telah menjadi bagian dari proses belajar mengajar.
Tatu berharap hasil penelitiannya dapat menjadi acuan dalam pengembangan pembelajaran Bahasa Inggris yang lebih inklusif di lingkungan pendidikan multibahasa. "Penelitian ini menghasilkan prinsip-prinsip desain transbahasa yang dikembangkan untuk konteks pesantren. Harapannya, prinsip-prinsip tersebut juga dapat diadaptasi di berbagai lingkungan pendidikan multibahasa lainnya sehingga pembelajaran Bahasa Inggris menjadi lebih kontekstual dan inklusif," jelasnya.
Dr. Anna Marietta da Silva, S.Pd., M.Hum. selaku promotor turut mengapresiasi perjalanan akademik Tatu selama menempuh pendidikan doktoral. Dalam sambutannya, ia menyoroti dedikasi, ketangguhan, dan semangat kolaborasi yang ditunjukkan Tatu selama menjalankan proses penelitian hingga berhasil menyelesaikan studi doktoral.

Pengalaman profesional Tatu di dunia pendidikan turut menjadi landasan dalam mengembangkan penelitiannya. Saat ini, ia mengajar Bahasa Inggris di MA Al-Mansyuriyah, menjadi dosen Bahasa Inggris di Fakultas Psikologi UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dan Universitas Pradita, serta menjadi tutor TOEIC di Institut Pariwisata Trisakti. Pengalaman profesional tersebut menjadi landasan dalam mengembangkan penelitian yang berangkat dari kebutuhan nyata di ruang kelas.
Melalui penelitian ini, Unika Atma Jaya kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mendorong lahirnya riset-riset inovatif dan berdampak bagi masyarakat. Kontribusi penelitian Tatu diharapkan dapat memperkaya praktik pembelajaran Bahasa Inggris di lingkungan pendidikan multibahasa sekaligus mendukung pengembangan pendidikan yang lebih inklusif di Indonesia.
(THE)