Memahami Luka yang Tak Terlihat: Riset Doktoral Lucy Lidiawati Santioso Petakan Dampak Trauma Masa Kecil pada Remaja Berisiko

8/4/2026 12:00:00 AM


JAKARTA – Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya kembali menunjukkan komitmennya dalam menghasilkan riset yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan penyelesaian persoalan sosial melalui Sidang Terbuka Promosi Doktor yang diselenggarakan pada Senin (27/7) di Aula Gedung Djajaseputra, Kampus Semanggi, Unika Atma Jaya.

Pada sidang tersebut, Lucy Lidiawati Santioso, mahasiswa Program Studi Doktor Psikologi Unika Atma Jaya, berhasil mempertahankan disertasinya yang berjudul Model Mekanisme Kognitif Trauma Masa Kanak-kanak dan Pemikiran Kriminal pada Remaja Berisiko, menawarkan perspektif baru dalam memahami hubungan antara pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak dan munculnya pemikiran kriminal pada remaja berisiko.

Sidang promosi doktor tersebut dipimpin oleh Dekan Fakultas Psikologi Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya, Dr. Angela Oktavia Suryani, M.Si., selaku Ketua Sidang. Dalam forum tersebut, Prof. Dr. Clara R.P. Ajisuksmo, M.Sc., Psikolog bertindak sebagai Promotor, didampingi oleh Dr. Wisnu Wiradhany, S.Psi., M.A. sebagai Ko-Promotor. Sementara itu, Prof. Dr. Yusti Probowati Rahayu dari Universitas Surabaya hadir sebagai Penguji Eksternal, serta Dra. Funike Sri Tyas Suci, Ph.D., Psikolog dan Dr. Zahrasari Lukita Dewi, M.Si., Psikolog sebagai Penguji Internal.


Penelitian Lucy berangkat dari meningkatnya perhatian terhadap isu kekerasan dan kriminalitas yang melibatkan remaja, serta pandangan bahwa pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak merupakan salah satu faktor yang dapat meningkatkan risiko munculnya perilaku antisosial maupun kriminal di kemudian hari. Namun, hubungan tersebut tidak selalu berlangsung secara langsung dan melibatkan berbagai proses psikologis yang lebih kompleks.

Melalui penelitiannya, Lucy menemukan bahwa trauma masa kanak-kanak berkaitan dengan meningkatnya pemikiran kriminal dan menurunnya performa memori kerja pada remaja berisiko. Temuan tersebut menunjukkan bahwa pengalaman traumatis pada masa kanak-kanak tidak secara otomatis mengarah pada perilaku kriminal, tetapi melibatkan berbagai mekanisme psikologis yang memengaruhi cara individu memaknai pengalaman hidup, membangun relasi dengan orang lain, mengembangkan tanggung jawab moral, serta mengambil keputusan dalam berbagai situasi.

Berdasarkan hasil penelitian tersebut, Lucy mengembangkan model yang memberikan perspektif baru dalam memahami dampak jangka panjang trauma masa kanak-kanak, yang diharapkan dapat menjadi landasan bagi pengembangan asesmen psikologis, program intervensi, serta strategi pencegahan yang lebih tepat sasaran bagi remaja berisiko. Selain memperkaya kajian psikologi perkembangan dan psikologi forensik di Indonesia, penelitian ini juga menawarkan wawasan yang dapat dimanfaatkan oleh praktisi kesehatan mental, pendidik, maupun pengambil kebijakan.


Dalam sambutannya, Prof. Dr. Clara R.P. Ajisuksmo, M.Sc. mengapresiasi ketekunan Lucy yang berhasil menyelesaikan studi doktoralnya dalam waktu enam semester atau tiga tahun. "Pilihan topik disertasinya menunjukkan kepedulian terhadap isu yang dihadapi masyarakat luas. Hasil penelitiannya sangat menginspirasi bagi para pendidik, pengambil kebijakan, serta semua pihak yang memiliki perhatian terhadap isu kekerasan dan kriminalitas pada remaja," ujarnya.

Pengalaman profesional Lucy di bidang psikologi turut menjadi landasan dalam mengembangkan penelitiannya. Saat ini, ia menjabat sebagai CEO Smart Talent Psychology Art Center Jakarta dan juga aktif mengajar di Universitas Insan Cita Indonesia (UICI). Sebagai psikolog klinis dan forensik, Lucy telah berpengalaman dalam asesmen psikologis, konseling, psikoterapi, serta berbagai penelitian yang berfokus pada trauma masa kanak-kanak, fungsi eksekutif, dan psikologi forensik. Pengalaman profesional tersebut menjadi landasan dalam mengembangkan penelitian yang berangkat dari kebutuhan nyata di masyarakat.

Melalui penelitian ini, Unika Atma Jaya kembali menegaskan perannya sebagai institusi pendidikan tinggi yang mendorong lahirnya riset-riset yang relevan dengan tantangan sosial di Indonesia. Kontribusi penelitian Lucy diharapkan dapat memperkaya pengembangan ilmu psikologi sekaligus mendukung upaya pencegahan kekerasan dan kriminalitas remaja melalui pendekatan yang berbasis bukti ilmiah.

(THE)