Keahlian Bermusik dan Kaitannya dengan Fungsi Eksekutif dalam Psikologi

10/23/2026 12:00:00 AM

Keahlian bermusik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan memainkan instrumen atau memahami musik, tetapi juga memiliki hubungan dengan fungsi eksekutif (executive function), yaitu kemampuan kognitif yang membantu individu mengendalikan perilaku dan mengelola informasi. Fungsi kognitif eksekutif sangat jarang dilihat sebagai sesuatu yang esensial dari pribadi manusia, khususnya di Indonesia, padahal fungsi menjelaskan banyak hal dari berbagai perilaku manusia. 

Peneliti dan dosen dari Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya, Dr. Billy Aryanto melakukan penelitian terkait How Is Musical Expertise Related to Executive Functions? A Systematic Review and Meta-Analysis, mengkaji hubungan antara keahlian bermusik dan tiga aspek fungsi eksekutif, yaitu inhibisi, peralihan tugas (shifting), dan memori kerja. Billy melakukan studi ini bersama dengan Dr. Aireen dari Universitas Indonesia dan tiga akademis dari University of Sheffield, yaitu Dr. Renee Timmers, Dr. Emma Blakey dan Prof. Claudia von Bastian. Penelitian dilakukan dengan metode tinjauan sistematis dan meta-analisis terhadap 47 studi, yang mencakup 235 eksperimen dengan nilai effect size dan melibatkan kurang lebih 4.651 partisipan. Penelitian ini telah dipublikasikan di salah satu jurnal bereputasi internasional, Psychonomic Bulletin.


 


Gambar diambil dari: https://www.gripastudio.com/whispers/The%20Music%20Scene%20in%20Southeast%20Asia:%20A%20Melting%20Pot%20of%20Cultures

Hasil analisis menunjukkan bahwa keahlian bermusik memiliki hubungan positif dengan fungsi eksekutif secara keseluruhan. Hubungan paling kuat ditemukan pada memori kerja, diikuti inhibisi dan kemampuan beralih tugas. Memori kerja berperan penting karena memungkinkan individu menyimpan dan mengolah informasi ketika melakukan aktivitas kognitif.

Temuan ini memperkaya pemahaman mengenai keterkaitan aktivitas musikal dan kemampuan kognitif manusia. Namun, hasil penelitian menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa keahlian bermusik secara langsung menyebabkan peningkatan fungsi eksekutif.

Penelitian ini juga menyoroti pentingnya metode pengukuran dan ukuran sampel yang memadai dalam penelitian selanjutnya. Hasilnya membuka peluang bagi kajian lebih lanjut mengenai hubungan pengalaman bermusik dan perkembangan kemampuan kognitif.


Jika ingin mengenal Billy secara lebih dekat: https://www.atmajaya.ac.id/id/pages/120171760/