Program Profesi Apoteker Unika Atma Jaya Raih Peringkat Keenam UKOMNAS CBT

10/16/2026 12:00:00 AM

Pimpinan Universitas dan FKIK bersama Mahasiswa Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Angkatan ke-3

Jakarta – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) Unika Atma Jaya menempati peringkat keenam dari 106 institusi berdasarkan rerata nilai Computer-Based Test (CBT) Uji Kompetensi Nasional Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (UKOMNAS PDPA) periode Juli 2026, dengan nilai 79,20. Berdasarkan hasil tersebut, PSPPA Unika Atma Jaya juga tercatat sebagai perguruan tinggi swasta dengan rerata nilai CBT tertinggi. Hasil ini dipaparkan dalam Rapat Kerja Nasional Asosiasi Pendidikan Tinggi Farmasi Indonesia (Rakernas APTFI) di Padang pada 9 Oktober 2026

Ketua Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker Unika Atma Jaya, Dr. apt. Lusy Noviani, S.Si., M.M., menilai capaian ini tidak hanya mencerminkan daya saing akademik program studi di tingkat nasional, tetapi juga menjadi hasil kerja bersama seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendidikan. 

“Keberhasilan pendidikan profesi apoteker tidak hanya diukur dari kemampuan mahasiswa menjawab soal ujian dengan benar, tetapi juga dari bagaimana mereka menerapkan ilmu yang dimiliki untuk mengambil keputusan yang tepat demi keselamatan pasien,” ungkapnya.


Hasil UKOMNAS PDPA periode Juli 2026

Menghubungkan Pembelajaran dengan Praktik Kefarmasian

Capaian akademik tersebut didukung oleh proses pembelajaran berkelanjutan di PSPPA Unika Atma Jaya yang mengintegrasikan penguasaan teori dan praktik kefarmasian. Melalui diskusi kasus, pembelajaran berbasis masalah, simulasi, serta latihan soal dan evaluasi kesiapan, mahasiswa dilatih menerapkan pengetahuan farmakoterapi sesuai kondisi pasien sekaligus mempersiapkan diri menghadapi CBT.

Pengalaman praktik menjadi bagian penting dalam proses pembelajaran tersebut. Mahasiswa memperoleh kesempatan belajar di berbagai wahana, mulai dari rumah sakit, apotek, puskesmas, industri farmasi, hingga distribusi farmasi, dengan pendampingan dosen dan preseptor. Selain itu, Unika Atma Jaya memiliki dua Apotek Pendidikan yang berlokasi di Kampus Pluit dan BSD untuk mendukung mahasiswa mengintegrasikan pembelajaran dengan praktik pelayanan kefarmasian.


Rektor Unika Atma Jaya bersama Ketua Yayasan Atma Jaya mengunjungi Apotek Pendidikan Unika Atma Jaya Kampus BSD

Pengalaman tersebut membekali mahasiswa dengan keterampilan pengkajian resep, identifikasi masalah terkait obat, konseling pasien, serta komunikasi dengan tenaga kesehatan lainnya. Keterampilan tersebut juga dievaluasi melalui pendekatan Objective Structured Clinical Examination (OSCE).

Mengembangkan Kompetensi dan Empati dalam Pelayanan Kefarmasian

Selain mengembangkan kompetensi teknis, PSPPA Unika Atma Jaya turut menekankan pentingnya integritas, empati, dan kemampuan mengambil keputusan secara profesional. Pendekatan ini sejalan dengan visi program studi untuk menghasilkan lulusan yang kompeten dan unggul di tingkat nasional maupun internasional dalam bidang pekerjaan kefarmasian berbasis teknologi digital.

Untuk mendukung tujuan tersebut, PSPPA Unika Atma Jaya terus mengembangkan pembelajaran berbasis kompetensi, meningkatkan kualitas pengalaman praktik, memperkuat peran Apotek Pendidikan, serta mengoptimalkan pemanfaatan teknologi digital dan kolaborasi dengan mitra pelayanan kesehatan. Evaluasi dan umpan balik secara berkala juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan mahasiswa menghadapi dinamika dunia kefarmasian.


Peresmian Apotek Pendidikan Atma Jaya yang ke 2 di kampus BSD

Pengembangan kompetensi tersebut juga perlu diimbangi dengan kepedulian terhadap kebutuhan pasien, sebagaimana ditekankan Lusy bahwa empati dan integritas merupakan bagian penting dalam menjalankan profesi apoteker. “Seorang apoteker perlu memahami kebutuhan pasien dan bertanggung jawab atas pelayanan yang diberikan. Pengetahuan dan teknologi perlu diimbangi dengan empati dan integritas agar dapat memberikan manfaat nyata bagi pasien,” tutupnya.

Capaian UKOMNAS PDPA Periode Juli 2026 ini menjadi dorongan bagi PSPPA Unika Atma Jaya untuk terus meningkatkan mutu pendidikan dan mempersiapkan calon apoteker yang tidak hanya kompeten secara akademik, tetapi juga mampu mengambil keputusan secara professional, menjunjung etika, dan mengutamakan keselamatan pasien.

(THE)