Prof. Raymond Kenalkan Konsep System Shift Engineering, Paradigma Baru Peran Engineer

7/10/2026 12:00:00 AM


BSD - Perkembangan teknologi, perubahan regulasi, serta dinamika global yang semakin kompleks mendorong organisasi dan perusahaan melakukan penyesuaian sistem kerja. Dalam situasi tersebut, Engineer memiliki peran lebih besar dari sekadar pemecah masalah teknis, mereka berperan sebagai ‘dokter sistem’ untuk memastikan bahwa sistem mampu beradaptasi dengan perubahan. Hal ini disampaikan oleh Prof. Raymond R. Tjandrawinata dalam sesi bedah buku di Kampus BSD, Unika Atma Jaya, pada Selasa, (23/6). 

Dalam pemaparannya, Prof. Raymond menjelaskan konsep System Shift Engineering, yaitu cara pandang yang melihat dunia sebagai sebuah sistem yang terus bergerak dan berubah secara dinamis. Karena itu, organisasi perlu menyesuaikan struktur, proses, dan cara kerja untuk mempertahankan kinerja yang optimal. Dalam konteks tersebut, para Engineer berkembang dari sekadar menyelesaikan masalah (problem solving) menjadi mencegah masalah sebelum terjadi (problem prevention). 


“Kita tidak boleh hanya fokus pada perbaikan setelah kerusakan terjadi. Yang lebih penting adalah mengenali akar penyebab dan tanda-tanda awal agar masalah dapat dicegah sejak dini. Keterlambatan mengenali early warning signs sering kali jauh lebih mahal daripada biaya memperbaiki masalah itu sendiri,” jelas Prof. Raymond.

Upaya preventif dalam menjaga ketahanan sistem dapat dilakukan melalui penerapan stress test. Prof. Raymond mengibaratkannya dengan dunia medis, ketika penyakit sering kali baru terlihat saat tubuh berada di bawah tekanan. Oleh karena itu, sistem perlu diuji dalam kondisi normal dan ekstrem guna mengetahui tingkat ketahanan terhadap berbagai risiko dan krisis. 

Prof. Raymond juga mengingatkan bahwa kompleksitas sistem dapat menimbulkan hambatan yang mengganggu keseluruhan proses. Karena itu, Engineer perlu mengenali titik-titik kritis dan potensi ketergantungan antarbagian agar sistem tidak mengalami kemacetan yang menghambat kinerja organisasi. 

Prof. Raymond juga menyoroti pentingnya pengambilan keputusan yang didasarkan pada umpan balik (feedback) dan evaluasi berkelanjutan. Menurutnya, organisasi yang mampu bertahan dan berkembang adalah organisasi yang terus belajar, beradaptasi, serta melakukan perbaikan secara berkesinambungan di tengah perubahan yang terjadi. 


Melalui konsep System Shift Engineering, Prof. Raymond mengajak calon Engineer muda untuk melihat peran strategis mereka di masa depan. Kemampuan memahami sistem secara menyeluruh, mengantisipasi risiko, serta mendorong perbaikan berkelanjutan menjadi kompetensi penting bagi Engineer dalam menghadapi tantangan dunia yang terus berubah. 

(CHA)