
PRESS RELEASE
Jakarta, 2 September — Yayasan Atma Jaya (YAJ) turut mendukung terselenggaranya pembukaan Pameran "Jejak Sejarah Frans Seda", sebagai rangkaian awal peringatan 100 tahun kelahiran Franciscus Xaverius Seda atau Frans Seda. Pameran ini merupakan hasil kolaborasi antara Yayasan Atma Jaya bersama Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya dan Frans Seda Foundation (FSF), bertempat di ATMACultura Exhibition Hall, Kampus Unika Atma Jaya, Semanggi. Pameran ini menghadirkan secara visual perjalanan hidup sosok salah satu pendiri Unika Atma Jaya yang juga dikenal sebagai politisi, menteri, hingga diplomat.
Pembukaan
pameran dengan pemukulan gong dilakukan oleh Prof. Dra. Francisia Saveria Sika
Seda, MA., Ph.D. selaku perwakilan keluarga Frans Seda, didampingi Linus M.
Setiadi, Ketua Pengurus Yayasan Atma Jaya, Prof. Dr. dr. Yuda Turana, Sp.S (K)
selaku Rektor Unika Atma Jaya, dan Steve Ginting, Managing Director Frans Seda
Foundation, disaksikan Pengurus Yayasan Atma Jaya, anggota Frans Seda
Foundation, dan undangan lainnya.
Rektor Unika
Atma Jaya, Prof. Yuda, menegaskan bahwa nilai-nilai yang diwariskan oleh Frans
Seda telah menjadi DNA dari Komunitas Atma Jaya. "Kita tidak hanya
mewarisi nilai-nilai Bapak Frans Seda tapi nilai-nilai itu mengalir dalam darah
kita, karena kita adalah bagian dari Atma Jaya," ujar Prof. Yuda. Kepada
siswa SMA dan mahasiswa yang hadir dalam acara tersebut maupun yang akan
berkunjung, Prof. Yuda berharap melalui pameran ini mereka akan dapat lebih
mendalami makna cinta Tuhan dan Tanah Air yang menjadi motto Frans Seda.
"Dan semoga beberapa tahun dari sekarang saya akan bertemu kembali dengan
siswa SMA atau mahasiswa yang berkunjung ke pameran ini, dan mereka telah
menjadi menteri atau tokoh nasional seperti Frans Seda," tambahnya.
Sementara
itu, Steve Ginting dalam sambutannya menjelaskan bahwa acara ini bukan hanya
pembukaan sebuah pameran, melainkan kesempatan untuk mengajak semua orang
menengok kembali perjalanan hidup, pemikiran, pengabdian, serta nilai-nilai
yang diwariskan Frans Seda kepada bangsa Indonesia. "Karena kami tidak
hanya menampilkan foto, namun sebuah perjalanan yang dapat dikenang,
dipelajari, dan terutama diteruskan kepada generasi muda," ujarnya. Hal
tersebut tercermin dalam berbagai aktivitas dan lomba yang juga disiapkan bagi
pengunjung pameran, yang terutama menyasar siswa SMA dan mahasiswa.
Steve juga
menambahkan bahwa pameran ini diadakan di Atma Jaya karena salah satu karya
istimewa Frans Seda di bidang pendidikan adalah mendirikan Unika Atma Jaya
bersama rekan-rekannya. "Oleh karena itu, Atma Jaya menjadi tempat yang
paling tepat untuk menyelenggarakan pameran ini," kata Steve Ginting.
Pameran
"Jejak Sejarah Frans Seda" menyusun kisah perjalanan hidup Frans Seda
dalam tiga chapter, mulai dari masa pembentukan karakter, pendidikan
yang dijalani, pengabdian sebagai birokrat dan politikus, hingga warisan yang
terus hidup hingga masa kini. Melalui pameran ini, Yayasan Atma Jaya bersama
Unika Atma Jaya dan Frans Seda Foundation berharap dapat menghadirkan ruang
refleksi sekaligus inspirasi bagi generasi muda dan masyarakat luas, khususnya
bagi Komunitas Atma Jaya sebagai bagian dari warisan pendirinya.
Untuk
memperkaya pengalaman, pengunjung diberikan mission book interaktif
berisi rangkaian misi, mulai dari menuliskan inspirasi dari koleksi buku Frans
Seda, memecahkan teka-teki seputar perjalanan hidupnya, hingga menuliskan
refleksi pribadi usai menyusuri pameran. Melalui mission book ini,
pengunjung diajak untuk tidak hanya menyaksikan, tetapi juga merenungkan dan
menghayati langsung kisah dan nilai yang diwariskan Frans Seda.
Pameran
"Jejak Sejarah Frans Seda" terbuka untuk umum mulai 2 September
hingga 9 Oktober 2026, setiap Senin–Sabtu pukul 10.00–16.00 WIB, di ATMACultura
Exhibition Hall, Unika Atma Jaya, Jl. Jend. Sudirman No. 51, Jakarta Selatan.
Selain
pameran, sebagai rangkaian peringatan 100 tahun Frans Seda, Komunitas Atma Jaya
bersama Frans Seda Foundation juga akan menyelenggarakan kegiatan refleksi
dan diskusi mengenai pemikiran Frans Seda bersama Institute of Public Policy
Unika Atma Jaya pada 1 Oktober, ziarah ke makam beliau di hari ulang tahunnya
pada 4 Oktober, serta puncak acara pada 9 Oktober, yang akan diawali
dengan Misa Syukur bersama Bapa Ignatius Kardinal Suharyo, Uskup Agung
Jakarta sekaligus Pembina Frans Seda Foundation, dilanjutkan dengan acara utama
bersama para keluarga, sahabat, alumni, fellows, mitra, dan seluruh
komunitas yang selama ini menjaga serta meneruskan semangat perjuangan Frans
Seda, bertempat di Ballroom Gedung Yustinus Lt.15, Kampus Unika Atma
Jaya.
###
Tentang Yayasan Atma Jaya
Yayasan Atma Jaya berakar dari visi sekelompok cendekiawan muda
Katolik yang memandang pendidikan sebagai fondasi utama membangun kualitas
manusia dan peradaban bangsa. Yayasan dirancang sebagai wadah pengabdian jangka
panjang yang memadukan keunggulan akademik, nilai iman, dan kepedulian sosial.
Mengusung Visi mewujudkan
nilai-nilai kemanusiaan yang bermartabat melalui pendidikan tinggi, kesehatan,
penelitian, dan pengabdian masyarakat, Yayasan Atma Jaya kini mengelola
sejumlah Unit Karya, di antaranya Universitas Katolik Indonesia (Unika) Atma Jaya,
Rumah Sakit Atma Jaya, Klinik Atma Jaya, Apotek Pendidikan, PT Atma Jaya Karya
Medika, dan PT Atma Jaya Mitra Nusantara.
Berlandaskan
Anggaran Dasar, kegiatan Yayasan berfokus pada bidang sosial dan kemanusiaan,
mencakup pendidikan, layanan kesehatan, penelitian, hingga bantuan kemanusiaan.
Yayasan Atma Jaya berkomitmen menjaga keberlanjutan perannya dalam pembangunan
manusia Indonesia melalui tata kelola yang adaptif dan berkelanjutan.
Kontak Media
Putu Ayu Aristyadewi
Corporate Communication
Yayasan Atma Jaya
ayu.aristyadewi@atmajaya.ac.id