
Penjaringan, 5 September 2026 — Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Pos Sapa (Sahabat Perempuan dan Anak) Unika Atma Jaya kembali melaksanakan kegiatan Program Ruang Ibu Berdaya bersama HIJAU Foundation di Penjaringan City Forest Park, Jakarta Utara.
Kegiatan diawali dengan salam pembuka dan sapaan kepada para peserta, dilanjutkan dengan review singkat mengenai materi pada pertemuan sebelumnya tentang jenis-jenis kekerasan. Sesi review tersebut difasilitasi oleh Alexandra Astrid, pendamping HIJAU Foundation, sebagai upaya mengingat kembali materi yang telah dibahas sekaligus menghubungkannya dengan topik yang akan dibahas pada pertemuan kali ini.

Pada pertemuan ini, Tim PkM Pos Sapa memberikan materi mengenai Kekerasan dalam Rumah Tangga (KDRT) dan Sikap Asertif yang disampaikan oleh Ibu Weny Savitry S. Pandia. Materi tersebut membahas pentingnya mengenali KDRT serta membangun sikap asertif sebagai salah satu kemampuan untuk berkomunikasi dengan suami secara tepat, antara lain dengan memilih waktu dan kondisi yang sesuai, menggunakan “bahasa saya” , serta memberikan apresiasi kepada suami.
Ibu Feronica menyampaikan materi mengenai pendampingan hukum pada kasus KDRT. Peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya mengetahui hak serta pilihan pendampingan yang dapat diperoleh ketika menghadapi permasalahan KDRT. Apabila mengalami atau mengetahui kasus KDRT, dapat melaporkannya kepada Pos Sapa atau layanan Pusat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPPA) DKI Jakarta melalui nomor 0852-1786-6445.

Setelah penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi sharing. Para peserta diberikan kesempatan untuk berbagi pengalaman, cerita, serta mengajukan pertanyaan terkait materi yang telah disampaikan. Untuk menciptakan suasana yang lebih nyaman dalam berdiskusi, peserta dibagi menjadi dua kelompok yang masing-masing difasilitasi oleh Tim PkM Pos Sapa dan pendamping HIJAU Foundation.
Melalui sesi sharing tersebut, peserta dapat saling mendengarkan pengalaman dan memberikan dukungan satu sama lain. Ruang diskusi ini juga menjadi kesempatan bagi peserta untuk membangun rasa percaya dan memperkuat dukungan di antara anggota komunitas.

Kegiatan kemudian ditutup oleh Ibu Weny dengan ucapan terima kasih kepada seluruh peserta atas kebersamaan dan keterbukaan dalam berbagi cerita. Sebelum mengakhiri kegiatan, peserta diajak melakukan teknik pernapasan sederhana untuk membantu menenangkan diri dengan perasaan yang lebih lega.
Ibu Feronica juga menyampaikan bahwa para ibu yang tergabung dalam Program Ruang Ibu Berdaya memiliki peran penting sebagai support system, baik bagi komunitas, keluarga, maupun lingkungan di sekitarnya. Dukungan antar peserta diharapkan dapat terus terjalin sehingga komunitas menjadi ruang yang aman untuk saling berbagi dan menguatkan.
Kegiatan ditutup dengan suasana hangat melalui perayaan ulang tahun peserta Program Ruang Ibu Berdaya, Ibu Erna dan Ibu Ati. Momen tersebut menjadi penutup yang penuh kebersamaan bagi seluruh peserta dan pendamping.
Kegiatan ini dihadiri oleh 10 ibu peserta Program Ruang Ibu Berdaya, Laban Eka Jaya dari Pusat Pemberdayaan Masyarakat (PPM) Unika Atma Jaya, Raina Fatima, serta Aztrela Freya Sabela, mahasiswa Fakultas Psikologi Unika Atma Jaya. Hadir pula Rizka, Pinkan, dan Febriani sebagai pendamping HIJAU Foundation, serta Chloe, mahasiswa Universitas Tarumanagara.