
Muaragembong, 19 Juni 2026 – Pusat Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial (FBIS) Unika Atma Jaya melaksanakan kegiatan Pendampingan Kemasan dan Pemasaran Digital Terasi Jembret di Kampung Tanjung Nuhun, Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan ini merupakan bagian dari program pemberdayaan masyarakat yang akan berlangsung selama lima hingga enam bulan ke depan. Acara dibuka oleh bapak Alfonso Harrison Nantingkaseh, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FBIS Unika Atma Jaya, yang menyampaikan sosialisasi program PkM serta menjelaskan rangkaian kegiatan pendampingan yang akan dilaksanakan selama periode program.
Pada kesempatan tersebut, peserta juga mendapatkan materi mengenai Keamanan Pangan yang disampaikan oleh ibu Anastasia Tatik Hartanti, Kepala Pusat Pemberdayaan Masyarakat sekaligus dosen Program Studi Teknologi Pangan Fakultas Biosains, Teknologi dan Inovasi (FBTI) Unika Atma Jaya. Materi yang diberikan mencakup definisi keamanan pangan, ruang lingkup keamanan pangan, dampak pangan yang tidak aman, contoh kasus keamanan pangan, pengertian dan klasifikasi bahaya pangan, serta langkah-langkah pencegahannya.
Selain itu, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai berbagai jenis bahaya pangan, meliputi bahaya biologis, kimia, dan fisik beserta contohnya. Materi dilanjutkan dengan pembahasan mengenai pentingnya penerapan higiene dan sanitasi dalam proses produksi pangan, termasuk perbedaan antara higiene dan sanitasi.

Berdasarkan pengamatan selama kegiatan, ibu Anastasia Tatik Hartanti menilai bahwa para peserta telah memiliki pemahaman yang cukup baik mengenai keamanan pangan. Hal tersebut terlihat dari proses pembuatan terasi yang dilakukan dengan memperhatikan kebersihan peralatan, kondisi lingkungan produksi, serta kemampuan peserta dalam mengenali ciri-ciri terasi yang layak konsumsi melalui aroma khas yang dihasilkan.
Kegiatan pendampingan ini turut melibatkan dua mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi FBIS Unika Atma Jaya, yaitu Angelina Josephine dan Brigita Christabel, yang membantu pelaksanaan kegiatan di lapangan. Sebanyak 10 anggota kelompok perempuan pesisir pembuat Terasi Jembret hadir dan berpartisipasi aktif dalam sesi diskusi maupun penyampaian materi.
Melalui program ini, tim PkM berharap para pelaku usaha Terasi Jembret dapat meningkatkan kualitas produk, memperkuat aspek keamanan pangan, serta mengembangkan strategi kemasan dan pemasaran digital yang mampu meningkatkan daya saing produk di pasar yang lebih luas.
