PkM Pendampingan Kemasan dan Pemasaran Digital Terasi Jembret

6/30/2026 12:00:00 AM

Muaragembong, 26 Juni 2026 – Melanjutkan  kegiatan PkM dengan materi keamanan pangan pada pertemuan sebelumnya, Pusat Pemberdayaan Masyarakat (PPM) bersama Tim Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial (FBIS) Unika Atma Jaya kembali melanjutkan rangkaian kegiatan pendampingan bagi Kelompok Perempuan Pesisir pembuat Terasi Jembret di Kampung Tanjung Nuhun, Desa Pantai Sederhana, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi. Pertemuan kedua ini berfokus pada penguatan kapasitas peserta dalam merancang kemasan produk yang menarik, informatif, dan memiliki daya saing di pasar.


Kegiatan dibuka oleh ibu Sri Hapsari selaku Ketua Tim PkM sekaligus dosen Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial Unika Atma Jaya. Materi mengenai desain kemasan disampaikan oleh bapak Alfonso Harrison Nantingkaseh, dosen Program Studi Ilmu Komunikasi FBIS Unika Atma Jaya, dengan didampingi Brigita Christabel dan Karlin Olivia Lesmana, mahasiswa FBIS Unika Atma Jaya. Selama kegiatan berlangsung, dokumentasi dilakukan oleh Angelina Josephine.

 

Dalam sesi kegiatan, peserta memperoleh pemahaman mengenai pentingnya kemasan sebagai salah satu strategi meningkatkan nilai tambah produk. Materi yang disampaikan mencakup pengertian kemasan, jenis-jenis kemasan berdasarkan struktur dan bahan, manfaat serta tujuan kemasan, syarat desain kemasan yang baik, fungsi kemasan sebagai alat identifikasi pemasaran, contoh desain kemasan yang berpotensi berhasil maupun yang kurang efektif, faktor-faktor yang memengaruhi desain kemasan, serta unsur-unsur penting yang perlu dicantumkan pada kemasan produk Terasi Jembret.


Sebagai bagian dari pendampingan, tim juga memperkenalkan berbagai alternatif kemasan yang dapat diterapkan pada produk Terasi Jembret, antara lain kemasan sachet, botol, blok, dan kemasan vakum. Berbagai contoh produk terasi dengan desain kemasan yang beragam turut ditampilkan sebagai referensi bagi peserta dalam mengembangkan kemasan produk yang sesuai dengan kebutuhan pasar.

Kegiatan ini diikuti oleh 10 anggota Kelompok Perempuan Pesisir pembuat Terasi Jembret. Selama pelatihan, peserta terlibat aktif dalam diskusi mengenai pemilihan jenis kemasan, informasi yang perlu dicantumkan pada label, serta strategi membangun identitas produk agar lebih mudah dikenali oleh konsumen.

Melalui pendampingan ini, diharapkan para perajin Terasi Jembret tidak hanya mampu menghasilkan produk berkualitas, tetapi juga memiliki kemasan yang lebih baik sehingga dapat meningkatkan nilai jual dan memperluas jangkauan pemasaran. Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen Pusat Pemberdayaan Masyarakat dan Tim PkM FBIS Unika Atma Jaya dalam mendukung pemberdayaan ekonomi masyarakat pesisir melalui pengembangan kapasitas pelaku usaha lokal secara berkelanjutan.