PkM Tantangan Pendidik Dalam Pembelajaran Di Era Digital

8/14/2026 12:00:00 AM

Kampus BSD, 13 Agustus 2026 – Pusat Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Pusat Pengembangan Etika (PPE), bersama Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial (FBIS) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Tantangan Pendidik dalam Pembelajaran di Era Digital”. Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 10 Kecamatan Cisauk dan dilaksanakan di Ruang Kelas AG 201A, Kampus BSD.


Kegiatan ini merupakan pertemuan kedua dari rangkaian program PkM yang ditujukan bagi guru-guru KKG Gugus 10 Kecamatan Cisauk. Sebanyak 47 guru dari 10 sekolah turut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.

Sesi pertama menghadirkan Ibu Febiana Rima Kainama dengan materi “Navigasi Media Sosial dan Hukum bagi Guru dan Siswa”. Pembahasan meliputi dunia digital, potret digital anak sekolah dasar, tantangan media sosial di lingkungan sekolah, peran guru di media sosial, serta aspek hukum yang wajib diketahui. Selain itu, peserta mendapatkan panduan praktis untuk menjadi guru yang bijak dalam bermedia sosial serta solusi konkret yang dapat diterapkan di lingkungan sekolah.

Menutup sesi, Ibu Febiana mengajak para guru untuk menjadi teladan bagi siswa dalam menggunakan ruang digital secara bertanggung jawab. “Mari bersama-sama menjadi pendidik yang tidak hanya cakap secara akademis, tetapi juga bijak, etis, dan taat hukum di ruang digital. Jadilah teladan nyata bagi siswa karena masa depan mereka dimulai dari keteladanan kita hari ini.”
Pada sesi kedua, Ibu Sri Hapsari Wijayanti menyampaikan materi “Membangun Budaya Literasi Baca-Tulis di Era Digital”. Dalam sesi ini, peserta diajak memahami bahwa literasi baca-tulis merupakan fondasi utama dalam berkembangnya literasi digital.

Materi mengangkat perubahan kebiasaan anak dalam memperoleh informasi dan hiburan. Jika sebelumnya anak terbiasa membaca buku fisik, mendengarkan dongeng sebelum tidur, bermain permainan tradisional, dan mencari informasi dari guru, kini aktivitas tersebut banyak beralih ke layar gawai, YouTube, permainan daring, media sosial, internet, hingga kecerdasan artifisial (AI).

Para guru juga diperkenalkan pada siklus berpikir kritis berbasis literasi baca-tulis, perubahan peran guru di era AI, strategi praktis dalam pembelajaran literasi, serta langkah-langkah untuk membangun budaya literasi di sekolah.

Melalui materi tersebut, guru didorong untuk tidak hanya mengajarkan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga membimbing siswa agar mampu memahami, memilah, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara kritis dan bertanggung jawab.

Kegiatan turut dihadiri oleh Bapak Rodemeus Ristyantoro, Bapak Kasdin Sihotang selaku dosen FBIS, serta Laban Eka Jaya dari PPM. Kegiatan juga didukung oleh mahasiswa FBIS, Eva Amelia Oetomo dan Chelsea Jocelynn yang membantu menciptakan suasana interaktif melalui sesi ice breaking.

Pada penutup kegiatan, peserta diberikan tugas sebagai tindak lanjut dari materi yang telah disampaikan. Para peserta diminta untuk membuat video secara berkelompok berdasarkan sekolah asal masing-masing, dengan mengangkat salah satu atau beberapa materi yang telah dibahas, yaitu berpikir kritis, nilai-nilai moral, etika, hukum, serta literasi baca-tulis di era digital.