PkM Tantangan Pendidik Dalam Pembelajaran Di Era Digital
7/24/2026 12:00:00 AM

Cisauk, 23 Juli 2026 – Pusat Pemberdayaan Masyarakat (PPM), Pusat Pengembangan Etika (PPE), bersama Fakultas Bisnis dan Inovasi Sosial (FBIS) Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya menyelenggarakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema "Tantangan Pendidik dalam Pembelajaran di Era Digital". Kegiatan ini merupakan hasil kerja sama dengan Kelompok Kerja Guru (KKG) Gugus 10 Kecamatan Cisauk dan dilaksanakan di SD Negeri Suradita.
Kegiatan dibuka dengan sambutan dari Ketua KKG Gugus 10 Kecamatan Cisauk, Agi Nurahmadana, S.Pd., dilanjutkan oleh Kepala SD Negeri Suradita sekaligus Ketua K3S Gugus 10, Yayah Rokayah, S.Pd., M.M., serta Pengawas SD Kecamatan Cisauk, Siti Maemunah, S.Pd., M.M.

Dalam sambutannya, Siti Maemunah menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini sebagai upaya peningkatan kapasitas guru dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital. Beliau berharap materi yang diberikan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh para peserta dan kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan di sekolah-sekolah lain di Kecamatan Cisauk.
Sesi pertama, Romedeus Ristyantoro selaku Ketua Tim PkM memberikan pengantar kegiatan sekaligus menyampaikan materi mengenai berpikir kritis. Materi yang disampaikan meliputi: 1. Pentingnya mengajukan pertanyaan "mengapa" dan mencari alasan. Anak yang suka bertanya “mengapa" sedang melatih kemampuan berpikir kritisnya; 2. Membandingkan dua hal yang berbeda. Membantu memahami perbedaan dan persamaan; 3. Menyusun argumen yang masuk akal. Ketika anak memberikan alasan atas pilihannya, itulah bentuk berpikir kritis; 4. Menebak Solusi. Membantu anak memahami sebab-akibat. serta 5. Mempertanyakan Kebenaran Informasi. Setiap pembahasan disertai contoh-contoh yang relevan dengan proses pembelajaran di sekolah.

Pada sesi kedua, Kasdin Sihotang menyampaikan materi Tantangan Etika dan Peran Guru di Era Digital. Materi membahas berbagai perubahan yang terjadi pada era digital, dampaknya terhadap dunia pendidikan, tantangan yang dihadapi pendidik, peran strategis guru dalam membentuk karakter peserta didik, serta pentingnya penerapan nilai-nilai etika dalam proses pembelajaran maupun penggunaan teknologi digital.
Kegiatan ini turut didukung oleh dua mahasiswa FBIS, yaitu Hemaria Tirtani dan Shelley, yang membantu pelaksanaan kegiatan. Hadir pula Sri Hapsari, Febiana, dan Laban Eka Jaya sebagai bagian dari tim pelaksana.
Sebanyak 91 guru yang berasal dari 10 sekolah anggota KKG Gugus 10 Kecamatan Cisauk mengikuti kegiatan ini dengan antusias. Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Unika Atma Jaya berharap para guru semakin siap menghadapi tantangan pembelajaran di era digital dengan mengembangkan kemampuan berpikir kritis serta memperkuat landasan etika dalam praktik pendidikan.